Tuesday, November 25, 2014

Happy Birthday, Stubborn Man

Sumber gambar: my galery

Ini adalah kado sederhana dari kami,
kepada kamu yang kami sayang.

Selamat ulang tahun, Tuan Visioner.
Bukankah ulang tahun bukan melulu tentang usia yang kian bertambah? Ada makna yang lebih dari sekedar angka, bukan? Ialah waktu.

Selamat ulang tahun, Lelaki Periang.
Kami - aku pun mereka bahagia berada dalam murung dan riangmu. Tak apa.. Bukankah hidup tak melulu tentang bahagia?

Wednesday, November 05, 2014

Kamu Tidak Tahu

Sumber gambar: Google

Saya sarankan membaca ini sambil mendengarkan lagu Setengah Hati dari Ada Band.

Kamu tidak tahu, seberapa kecewanya saya saat kamu menolak tanpa pikir panjang perihal bahagia yang saya tawarkan. Meski saya; dengan segenap diri saya, berikrar untuk bersedia menciptakan senyum di wajahmu yang saya perhatikan jarang tersenyum itu. Dan kamu memilih melupakan tawaran saya.

Kamu tidak tahu, betapa saya sangat limbung ketika dari bibirmu yang saya puja-puja itu terucap mantra maha sakti lagi mandraguna yang membuat saya terpental sangat.. Sangat.. Sangat jauh. Jarak jauh yang harus saya tempuh sepanjang seribu tahun cahaya untuk menyeberangi luasnya ego yang memisahkan kepingan hatimu dengan remukan hati saya.

Friday, October 24, 2014

Hanya Saja Saya Terlalu Keras Kepala


Sumber gambar: favim
Langit sedang marah. Atau bahkan malu; saat aku menyendiri di bangku taman kota. Semburat jingganya jatuh di pangkuanku, menimpa jemari yang sawo kecoklatan. Semilir angin dengan lembut menyapu anaksungai yang terburai dari pelupuk mata.

Ah, senja. Ia selalu menghadirkan simfoni sendu lagi rindu. Irama-iramanya dengan sangat sempurna menarik bulir-bulir air mata hingga menggenangi sudut-sudutnya.

Friday, October 10, 2014

Surat Teruntuk Lelaki Dengan Senyum Paling Candu

Sumber gambar: Google
Selamat entah, pemilik senyum paling candu!
Aku tidak mengatakan pagi, siang, atau sore karena mungkin surat ini kau baca saat--entah pagi, siang, atau sore.

Tuan, jika waktumu sedikit senggang, maka luangkanlah waktu untuk berjalan menuju cermin dan berhentilah. Tata tubuhmu sedemikian hingga engkau nyaman. Lalu dengan perlahan, tataplah sesuatu dibalik cermin itu. Ya, pantulan dari wujudmu. Kemudian, dengan sangat perlahan juga, tariklah ujung bibirmu keatas hingga membentuk simpul senyum.

Wednesday, September 10, 2014

Bahagia Menurut Saya

Sumber gambar: Google
Untuk sebagian orang, bahagia baginya adalah saat bisa mendapatkan mobil mewah sejenis BMW, Lamborghini, Alphard, atau Ferrari.


Bagi sebagian orang, membeli barang-barang branded di mall-mall di kota besar atau bahkan di luar negeri seperti Chanel, Hermes, Prada, Chloe, Furla, Burberry, dan Gucci adalah bahagia menurutnya.

Sebagian orang lainnya, mendapatkan perhiasan emas, berlian, intan, permata, mutiara, bahkan kristal swarowski yang berharga milyaran rupiah adalah definisi bahagia baginya.

Namun...
Bagi saya. Bahagia itu sederhana. Sesederhana huruf-huruf penyusunnya.

Sunday, September 07, 2014

Kunamai Dia Itu "Kamu"

Sumber gambar: tumblr

Satu. Saat ia hadir dengan senyuman mautnya. Dan aku dengan kedunguanku; terpesona. Entahlah.. Apa yang istimewa dari senyum seorang ia. Hanya saja berpuluh salju berguguran di tubuhku setiap satu senyum manis terlukis dari atas dagu yang kokoh. Menyejukkan, dan aku; menikmati.

Lagi. Saat matanya berkedip mesra. Mungkin Si pemilik mata tak berniat menggoda, hanya saja seorang aku yang lemah pada pesonanya. Hingga roboh sudah benteng yang sudah kubangun bersusah-susah. Semua musnah dikalahkan pesona.

Monday, August 11, 2014

Kemarau Bulan Agustus. Dan Sekeping Rindu

Sumber gambar: akar pikiran
Pukul dua dinihari.

Kemarau Bulan Agustus.

Dingin yang menusuk hingga rusuk.

Sepasang mata yang tak kunjung meminang kantuk.

Dada yang sesak akibat rindu bersak-sak.

Friday, August 08, 2014

Kita; Sebuah Asa Yang Sia-sia

Sumber gambar: Google
Hari Jumat pukul 2

Ting.. Ting.. Ting

Dentingan sendok dan gelas yang berisi susu coklat hangat beradu. Memecah keheningan yang beku. Yang sejak tadi menyiksa tenggorokan.

Di sini, di kedai di persimpangan jalan. Aku amati lamat-lamat, bulir-bulir hujan jatuh dengan irama syahdu. Membasahi krisan putih yang sejak tadi menatap sendu ke arahku. Bau tanah basah yang sejuk segera menyelinap ke hidungku. Hmm.. Suasana yang amat damai, menyatu dengan suara alam.

Dingin... Ya, dingin. Namun dingin kali ini sungguh berbeda. Dingin yang hampir melumpuhkan sadarku. Dingin yang seolah menjajah ingatan. Dingin yang menarik paksa kenangan yang sudah kubuang jauh-jauh. Jauh.. Jauh di sana. Di perbatasan antara benang-benang nefron di cerebrum dan cerebelum.

Lalu, lobus oksifital dalam otakku mulai aktif berproduksi. Kenangan demi kenangan lima tahun silam mulai berkelebat hebat. Hari yang sama, jam yang sama, dan tempat yang sama. Jumat tepat lima tahun lalu, di bangku yang kududuki, dua muda-mudi sedang berhaha-hihi sambil sesekali mendaratkan ciuman di kening atau pipi. Mereka adalah kita; aku, dan seorang lelaki yang bersahaja, kamu.

Ya, kita pernah dekat. Bahkan lebih dekat dari sela-sela jemari. Saat itu, dunia seperti enggan untuk berotasi. Saat itu, dunia seolah ikut merayakan bahagia. Bagiku, kau adalah semesta. Tempat bagiku untuk berpijak. Aman bergumul dengan nyaman saat berada dalam bahumu yang rindang. Rencana demi rencana baik untuk masa depan tergelar. Merasa yakin bahwa masa depan berada dalam genggaman.

Namun, semesta memang Maha Bercanda. Kamu, yang kemarin masih kugenggam rapat, kini memaksa untuk bebas. Menggeliat, mencipta gelisah dan amarah. Lalu, kita yang sama-sama mendewakan ego, memilih jalan yang sama sekali berlawanan dengan rencana masa depan kita.

Hujan diluar mulai reda. Namun yang kurasakan malah derasnya ingatan tentang getirnya luka yang kini berduka.

Sebuah kita; yang dulu sering kau dan aku ucap, sepertinya telah haram untuk kini direcap.

Semakin keras tamparan semesta bahwa kita adalah sebuah asa yang sia-sia. Ah... Tetiba saja mataku sudah dipenuhi lautan. Lalu tumpah ruah menjadi tangisan. Deras.. Seperti hujan hari Jumat tadi siang.

Monday, August 04, 2014

Siapa Aku?

Sumber gambar: Google
Aku adalah ia yang tak pernah kau acuhkan kehadirannya. Bahkan, acapkali kau anggap aku hilang di negeri antah berantah. Atau musnah dimangsa raja segala raja. Padahal sebenarnya aku tak kemana-mana. Hanya saja kau lupa menyimpanku dimana.

Aku adalah jemari malang yang enggan kau genggam. Mungkin kau malu menggenggam jemari garing pun mulai mengeriput. Kau sibuk menari mencari genggaman yang kokoh. Padahal dalam genggamanku, kau bisa mendapatkan apa yang kau takutkan kala semesta berlaku garang. Tak bisakah aku?

Thursday, July 31, 2014

Hati Tanpa Spasi

Sumber gambar: Google

Kusambang hatimu yang penuh misteri
Mencoba memecahkan teka-teki yang kau buat sendiri
Namun lamat-lamat kusadari...
Jiwamu lebih curam dari jurang
Dan hatimu lebih sesat dari labirin-labirin tanpa sekat

Sunday, July 20, 2014

Kepada: Pemilik Hati Yang Terbagi

(Balasan surat; Dear: Kekasih Gelapku)
Sumber gambar: Google
Welcome home, Kesayanganku!


Ya, sekalipun aku hanya rumah keduamu, bukan berarti aku tak boleh memberi ucapan selamat datang untuk kamu, bukan?

Thursday, May 29, 2014

Tentang Sebuah Kenang

Sumber gambar: Google
Ada kenang yang tiba-tiba datang
Kenangan tentang semua yang hilang
Sebuah kenang tentang masa silam
Kenang yang tinggal puing karatan
Kenang yang terpaksa dipusarakan

Monday, May 12, 2014

Beberapa Malaikat Tak Bersayap

Kali ini, aku akan menceritakan sebuah dongeng. Dongeng indah pengantar tidur kalian. Maka dengarkanlah ceritaku sampai selesai. Jangan kau sela saat aku bercerita panjang. Cukup dengarkan saja dongeng ini semoga kamu merasakan bahagia yang kemudian kau bawa ke alam mimpimu. :)


Pada suatu hari tinggallah seorang gadis desa nan lugu. Ceritanya dia akan melakukan perjalanan panjaaaang. Panjaaaang sekali. Sampai tidak diketahui kapan ia akan sampai. Dan waktunya tak bisa diketahui kapan ia akan sampai. Maka mulailah sang gadis memulai perjalanan. Dengan bekal seadanya, ia berangkat.

Friday, May 09, 2014

Terkhusus Kepadamu, Tuan.

Sumber gambar: favim
Senyumanmu, Tuan.
Segala tegar berserakan. Hatiku luluh dalam buaian.

Mata indahmu, Tuan.
Tajam menjelajahi pikiran. Menentramkan segala kejam.

Wednesday, May 07, 2014

Dear: Kekasih Gelapku

Sumber gambar: Google
Sayang, bagaimana tidurmu tadi malam? Masih pulaskah walaupun tanpa dekap erat pelukku?

Sayang, pulang dengan selamatkah kamu, setelah kita melebur rindu di cafe pinggir jalan tadi malam?

Thursday, May 01, 2014

Aku Bersedia

Sumber gambar: Google
Mencintai sosokmu hingga mengakar dalam kalbu; tak akan ada kata jemu.

Mencandu dirimu hingga semesta cemburu; tak akan ada kalimat kalimat gerutu.

Monday, April 28, 2014

Temukan Aku

Sumber gambar: Google
Temukan aku..
Di sini
Di dalam dekapanmu
Aku ingin berada dimana kamu berada

Sebuah Percakapan di Hujan Bulan April

Sumber gambar: tumblr

Kamu ini.. Dipertahankan kok malah main sama yang lain seenaknya gitu. Dasar!

Hey, apa maksudmu? Jelaskan apa maksud dari pernyataanmu itu.

Iya. Aku sudah mati-matian menjaga hati hanya untuk satu nama. Aku sudah setengah sekarat menabung rindu agar bisa membayar lunas untuk bisa bertemu denganmu. Aku tengah setengah hidup membangun singgasana cinta tempat kita bersanding nantinya. Tapi apa balasanmu? Kamu malah bermain api di belakangku dengan hati yang lain. Maksudmu apa? 

Aku? Bermain api? Haha. Jangan salah paham. Sejak berkenalan dekat denganmu, aku berjanji pada diri sendiri, dan pada semesta, untuk memegang kata percaya. Percaya pada kesabaran dalam menghadapi sikapmu. Percaya pada setiap ucap yang keluar dari bibirmu. Dan percaya pada kesetiaan yang kau ajarkan. Tapi, percayaku lama kelamaan memudar, terlebih karna ulahmu. Lalu tergantikan dengan rasa curiga dan seribu tanda tanya. Benarkah yang selama ini kau ucap? Jujurkah yang selama ini kau ajarkan? Lalu.. Dari ulahmu sendiri, aku tahu.. Bahwa hatimu tak benar-benar kau jatuhkan padaku. Aku hanya kau jadikan batu lompatan untuk sekedar mengilangkan kesendirian. Bukan begitu?

Kenapa malah menyalahkan aku? Jangan membelokkan pembicaraan.

Bukan.. Ini bukan membelokkan pembicaraan. Aku hanya menyimpulkan segala analisa dari pengamatan seorang aku. Ya, karna kamu tak pernah mau mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya padaku, bukan? :)

Kamu ini ngelantur. Aku 'kan sudah jujur padamu atas segala rasaku. Apa kamu masih tidak percaya?

Bukan.. Ini bukan masalah percaya atau tidak. Aku.. Aku jelas percaya pada semua ucapmu. Tapi, maaf.. Hatiku cukup dibilang perasa terhadap sesuatu. Sekalipun kata yang keluar dari mulutmu adalah A, tapi dalam hatimu; aku tahu, adalah B.

Jangan berbelit-belit. Langsung intinya saja.

Jadi begini.. Awalnya aku sangat percaya, seribu persen aku percaya. Namun lama-lama aku merasa, sikapmu menimbulkan curiga. Sepertinya.. Segala hal yang kamu lakukan berfokus pada dia yang kau simpan rapat dihatimu. Sepertinya kerinduanmu terpusat pada dia yang kau kunci dalam ingatanmu. Aku.. Yang dengan susah payah mencari celah untuk sampai menuju hatimu, merasa timpang mengetahui bahwa tak ada lagi tempat untukku dihatimu. Aku kacau. Meracau tak menentu. Menggeliat kecewa pada asa dan semesta. Kenapa Tuhan menciptakan "kita" jika pada akhirnya dia yang kau simpan rapat dalam hatimu tak bisa kau singkirkan barang sebentar saja. Bukankah semua orang itu sama, akan kecewa jika yang seharusnya jadi singgasana indah hanya untuk mereka berdua, tapi malah diisi dengan seseorang yang bahkan tak diharapkan kehadirannya? 

..........

Aku telak, kan? Jadi benar; yang kamu pertahankan atas nama setia itu bukan namaku, kan? Yang kau bangunkan singgasana mewah dalam istanamu itu bukan aku, kan? Haha. Selamat, kamu sudah menutupi dengan mulus sampai-sampai aku baru menyadarinya setelah sedikit lama. Jadi hentikan usahamu dalam membangun singgasana yang kau buat sedemikian indah namun hanya kau poles dengan kebahagiaan semu itu. Hentikan, cukup. Aku tak mau lagi hidup bersama orang yang masih diikuti bayang-bayang hitam yang selalu dibawa kemanapun ia berada. Silakan pergi, jika hatimu tak pernah disini. Tak mengapa.." Selamat tinggal. :)"

Saturday, April 26, 2014

Jangan Terlalu Khawatir

Sumber gambar: Google

Semoga hidupmu bahagia, Kesayanganku. Aku berdoa agar hidupmu selalu dipenuhi sukacita. Aku berharap kamu tak menyesal dengan pilihanmu. Ya, kamu memilih untuk pergi. Kamu pergi dari hidupku, dari sisiku.

Sejak saat itu, aku berusaha untuk baik-baik saja. Bukankah hidup harus terus berlanjut sekalipun seseorang pergi dan meninggalkan luka yang mendalam di hati? Ya, kini aku baik-baik saja. Aku mulai untuk melanjutkan hidup meski agak sedikit berat. Namun itu harus tetap kulakukan, bukan? Tolong katakan "ya" dan anggukkan kepalamu, Kesayanganku, agar hatiku damai kembali. Tidak begitu buruk saat aku mulai menjalani hariku. Tidak, aku tidak sesedih itu. Aku tak sesakit itu.

Aku tak lagi heran mengapa aku bisa bertahan sampai sejauh ini. Sudah kuhadapi hal-hal paling buruk sekalipun. Dan kini aku merasa benar-benar hidup. Selamat! Kini aku bebas kembali.

Namun hanya ada satu masalah yang kini kuhadapi. Aku hanya merasa sakit saat aku bernafas. Hatiku hanya terluka saat ia berdetak. Mimpi-mimpiku hanya mati saat aku bermimpi. Maka kutahan nafasku untuk melupakanmu. Jangan kamu kira aku akan berbaring sambil menangis terisak di malam hari. Disaat dingin malam menyentuh kulitku. Aku bilang jangan kuatirkan aku. Aku bilang aku baik-baik saja. Aku tak pernah mengenangmu lagi, itulah kenyataannya.


(terinspirasi dari lagu Shania Twain - It Only Hurt When I'm Breating)

Tuesday, April 15, 2014

Quote - Wanita Kuat


“Aku ini bukan malaikat. Maka ketika aku tersenyum walau hatiku sekarat, aku pasti sedang pura-pura menjadi wanita kuat.”
-Tia Setiawati Pakualam
Re-blog dari karenapuisiituindah.tumblr.com

Quote - Jatuh yang Didamba

Siapa bilang semua jatuh itu sakit? Ada jatuh yang malah sangat didamba, jatuh dalam pelukanmu misalnya.

Monday, April 07, 2014

Lalu Bagaimana Denganku?

Sumber gambar: Google

Kurasakan gunturmu mulai menyambar
Kurasakan badai ini kian mendekat
Kurasakan hujan di senja ini serasa seperti api
Dan duniaku kini mulai tenggelam
Dan aku tak ingat lagi alasanmu mengatakannya

Friday, April 04, 2014

Maaf, Aku Berpura-pura

Sumber gambar: tumblr
Maaf aku berpura-pura. Menampakkan senyum bahagia di muka namun sebenarnya batinku terluka. Aku berusaha mengatakan "aku tidak apa-apa" melewati tatapan dan senyum meyakinkan yang kupoles di wajahku, untuk sekedar meyakinkan jangan terlalu khawatir terhadapku, namun sebenarnya batinku perih meraung-raung. Karna terkadang ada tangis dalam senyum-senyum manis.

Wednesday, April 02, 2014

Ya Aku Menyerah. Ya Kita Berpisah.


Sumber gambar: Google

Aku, orang terbodoh sedunia. Mempercayakan hatiku yang luka pada seseorang yang kuharap bisa mengobatinya, namun tak tahu baikkah orang yang kupercayai itu. Aku sepenuhnya yakin ia bisa menyembuhkan luka ini. Yakin. Sepenuhnya.

Wednesday, March 26, 2014

Marry Your Daughter

by: Brian McKnight


Sumber gambar: Google
by: Brian McKnight

Sir, I'm a bit nervous
Tuan, aku agak grogi

'Bout being here today
Berada di sini hari ini

Still not real sure what I'm going to say
Masih tak yakin apa yang akan kuucapkan

So bare with me please
Maka bersabarlah

If I take up too much of your time
Jika nanti aku menghabiskan terlalu banyak waktu Anda


See in this box is a ring for your oldest
Lihatlah, di kotak ini ada sebuah cincin untuk putri tertua Anda

She's my everything and all that I know is
Dia segalanya bagiku dan yang kutahu

It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Aku akan sangat lega jika tahu bahwa kami punya pandangan sama

Very soon I'm hoping that I...
Sebentar lagi aku berharap aku....


Can marry your daughter
Bisa menikahi putri Anda

And make her my wife
Dan jadikan dia istriku

I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
Kuingin dia menjadi satu-satunya gadis yang kucinta selama sisa hidupku

And give her the best of me 'till the day that I die
Dan memberinya yang terbaik dari hingga saat aku mati


I'm gonna marry your princess
Aku akan menikahi putri Anda

And make her my queen
Dan jadikan dia ratuku

She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Dia akan menjadi pengantin paling cantik yang pernah kulihat

Can't wait to smile
Tak sabar tersenyum

When she walks down the isle
Saat dia susuri lorong

On the arm of her father
Dan menggandeng ayahnya

On the day that I marry your daughter
Di hari aku menikahi putri Anda


She's been hearing for steps
Dia tlah mendengar langkah-langkah

Since the day that we met
Sejak hari kami bertemu

(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
(Aku takut sekali berpikir apa yang akan terjadi jika dia pergi)

So don't you ever worry about me ever treating her bad
Maka jangan kuatir kalau aku akan memperlakukannya dengan buruk

I've got most of my vows done so far 
Selama ini aku selalu penuhi janji

(So bring on the better or worse)
(Maka bawalah pada bagian lebih baik atau buruk)

And tell death do us part
Dan katakan kematian memisahkan kita

There's no doubt in my mind
Tak ada keraguan dalam benakku

It's time
Inilah saatnya

I'm ready to start
Aku siap memulai

I swear to you with all of my heart...
Aku bersumpah pada Anda dengan sepenuh hatiku...


Can marry your daughter
Bisa menikahi putri Anda

And make her my wife
Dan jadikan dia istriku

I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
Kuingin dia menjadi satu-satunya gadis yang kucinta selama sisa hidupku

And give her the best of me 'till the day that I die
Dan memberinya yang terbaik dari hingga saat aku mati


I'm gonna marry your princess
Aku akan menikahi putri Anda

And make her my queen
Dan jadikan dia ratuku

She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Dia akan menjadi pengantin paling cantik yang pernah kulihat

Can't wait to smile
Tak sabar tersenyum

When she walks down the isle
Saat dia susuri lorong

On the arm of her father
Dan menggandeng ayahnya

On the day that I marry your daughter
Di hari aku menikahi putri Anda


The first time I saw her
Pertama kali kulihat dia

I swear I knew that I say I do
Aku bersumpah aku tahu bahwa aku kan bilang bersedia


This is the best love song ever! Kalian-kalian semua (cowok) yang nyanyiin lagu ini, apalagi diiringi sama petikan gitar aku jamin banget cewek-cewek atau kekasih kalian bakalan leleh. Leleh! Apalagi nyanyiin pas waktu ngelamar cewek kalian, beuuuuh dijamin deh langsung diterima! Yaaa, kalo yang ceweknya ada rasa sih. Hehehe. Tapi yakin deh bakal ngeluluhin hati kaum cewek. Sengaja aku kasih subtitle-nya juga dibawahnya biar kalian tahu seberapa menyentuhnya lagu ini. Selamat mendownload lagunya. Selamat mendengarkan lagunya. Selamat menghayati liriknya. Selamat belajar gitar buat bawain ini lagu. Daaaaaan, Selamat meleleh! ^^

Saturday, March 22, 2014

Gak Tahu. Dan gak mau tahu.

Sumber gambar: tumblr
Gak tahu. Dan gak mau tahu. Sudah cukupkah kata-kata itu menjelaskan makna dari perasaanku saat ini padamu?

Bukan. Ini bukan perihal melepaskan sosokmu dari sisiku. Aku hanya, membiarkan hatimu untuk menentukan pilihan. Tetap menemaniku, berada disampingku. Atau hatimu akan memilih melenggang pergi, meninggalkan hatiku yang terluka disini. Terserah kamu, itu adalah pilihanmu. Aku tak akan memaksanya, tak mau.

Dari sini aku belajar mengikhlaskan, ikhlas yang tanpa dendam. Ikhlas yang tanpa mengharap imbalan. Ikhlas dengan sebenar-benarnya ikhlas. Ikhlas menerima apapun itu keputusan yang telah hatimu pilih.

Aku, kini, menarik sebagian dari jiwa ini dari mimpi indah yang kau suguhkan untukku. Jiwaku, kupaksa untuk bangun dari tidur panjang yang hangat dan nyaman dari dekap pelukmu. Hatiku, kupasangi garis pembatas agar tak melewati batasan yang telah hatimu putuskan.

Bukannya aku berharap pergi dari hidupmu, Sayang. Bukan. Aku hanya, menampar diriku sendiri agar aku tersadar sebenarnya siapa aku dimatamu. Aku, bukanlah apa-apa bagimu. Maka aku akan menarik segala harap yang kugantungkan padamu.

Gak tahu. Dan gak mau tahu. Mungkin itu adalah kata-kata yang keluar dari mulutku, sebagai salah satu upaya untuk lebih menegaskan bahwa kini ada batas antara kamu dan aku. Batas yang tak nyata namun terasa ada lalu meninggalkan sesak dalam dada. Batas yang membuat adanya kita menjadi semakin kusut masa. Batas yang memaksaku untuk berpura-pura tak lagi peduli denganmu, namun sebenarnya dalam hati aku sepenuhnya menghawatirkan keadaanmu.

Kuberikan kau jeda, Sayang. Agar kita bisa saling mendengar napas kita masing-masing. Agar kita menyadari akan kekurangan kita masing-masing, lalu memutuskan untuk saling melengkapi satu sama lain.

Kini kita berjalan di jalan kita masing-masing, Sayang. Aku berjalan di jalanku. Dan kamu berjalan di jalanmu. Semoga kita bertemu di ujung perjalanan ya, lalu menyatu menjadi satu jalan. Jalan yang menuju satu tujuan, yaitu kebahagiaan.

Namun jika kamu memilih belok ke arah yang lain, maka doaku akan selalu menyertaimu. Kudoakan semoga kau bertemu dengan teman seperjalanan yang lebih baik dari aku. Semoga kau bahagia dengan pilihanmu. Doakan aku agar hati ini kuat jika kemungkinan terburuk itu terjadi suatu hari nanti.

Friday, March 14, 2014

Menjauh. Sepeti itukah?

Sumber gambar: favim
Aku, merasa ada yang berbeda dengan adanya kita. Entahlah apa.
Sepertinya waktu, dengan tega menebas segala asa yang kita punya.
Aku, dan kamu. Kita berdua, sepertinya telah menyepakati satu hal, menjauh.
Aku, tak lagi tertarik untuk menceritakan hal-hal yang aku alami seharian penuh padamu.
Dan kamu, yang tak lagi melibatkan aku dalam urusanmu.

Wednesday, March 12, 2014

Bila Kata Kita Tak (lagi) Ada

Sumber gambar: Google
Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku telinga mana yang mam(p)u mendengarkan celoteh panjangku sebaik telingamu?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku pundak mana yang bisa kujadikan tempat bagiku untuk bersandar senyaman pundakmu?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku senyum milik siapa yang mam(p)u mengembalikan mood-ku dari marah menjadi rekah selain milikmu?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku dahi siapa kini yang kau kecup dengan mesra tiap bangun dan menjelang tidurmu?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku jari siapa kini yang kau genggam dengan hangat?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku jiwa milik siapa kini yang kau ajak terbang dan berputar-putar di awan mimpi?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku bahwa hidupku tak pernah baik-baik saja. Hingga aku akan selalu berpulang menujumu, rumahku.

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku abu-abu selalu menyelimutimu. Hingga aku akan selalu menjadi matahari bagimu, pengusir abu-abu itu.

Bila kata kita tak (lagi) ada, aku (akan) menyadari bahwa segalanya tak akan bisa baik-baik saja seperti semula.

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka aku akan berdoa kepada Sang Maha untuk (kembali) meng-ada-kan kita.

Monday, February 24, 2014

Surat Untuk D.

Sumber gambar: Google
Aku tahu, kamu tak akan pernah membaca sedikitpun suratku ini karna kesibukanmu yang tak pernah bisa diganggu.

Aku tahu, perhatianmu tak akan pernah sedikitpun tertuju pada gugusan aksara tak bermaknaku ini.

Aku tahu, kamu tak akan ada waktu untuk sekedar membuka lipatan kertas surat untukmu dariku karna jadwalmu yang parah.

Aku tahu, sekalipun kamu membuka lipatan suratku ini kantuk akan segera datang mengunjungimu dan akhirnya suratku hanya akan menjadi sampah dalam ranjangmu.

Aku tahu, kamu sudah sangat lelah jika harus membaca suratku yang membosankan.

Aku tahu, kamu pasti bosan menerima surat-surat dari pengirim yang sama, aku.

Namun aku juga tak akan lelah untuk terus menulis surat kepadamu, entah kenapa.

Namun aku juga tak pernah bosan membanjiri kotak suratmu dengan surat-suratku.

Entahlah aku hanya suka menulis segala tentangmu.

Entahlah, kamu, adalah objek hidup bagiku dalam hal menarikan jemari, menyusun aksara dan memainkan logika.

Entahlah, aku hanya bersemangat dalam hal menuangkan hal-hal yang aku alami ke dalam gugusan abjad sambil membayangkan senyummu.

Entahlah.

Aku hanya ingin mengingatkan pada diri sendiri saja bahwa aku dan kamu pernah ada. Bersama. Berbahagia. Karna aku yang pelupa. Dan ingatanku yang dangkal hanya dalam mengingat peristiwa.

Tak apa, jika suratku tak pernah kau jamah. Tak apa, jika tulisanku tak pernah kau anggap. Tak apa, jika kotak suratmu selalu kau abai.

Maka semua itu tak akan menghentikan jemariku menarikan namamu. Maka semua itu tak akan menyurutkan langkahku untuk semakin bersemangat merebut perhatianmu.

-Tertanda: pendamba bahagia dengan hati penuh luka-

Sunday, February 23, 2014

Kepada Pemilik Hati yang Luka

Sumber gambar: Google
Semalam aku mendapat pesan singkat darimu. Kamu bilang kamu ditinggal pergi begitu saja oleh orang terkasihmu. Aku.. sedikit ingin tersenyum mendengarnya. Namun air matamu memaksaku untuk menahan tawaku, lalu ikut bersedih mendengar kisahmu.

Aku tahu, hatimu sedang kacau. Aku tahu, saat ini hatimu sedang rapuh. Aku pun tahu, hatimu kini tak lagi sama seperti semula. Aku juga tahu, hatimu kini berserakan menjadi serpihan. Sakit? Yayaya, dimana-mana terluka itu sakit. Dokter ahli pun akan setuju kali ini dengan pernyataanku.

Tak apa, Sayang. Sakit hati itu wajar. Dalam mengarungi lautan kehidupan, kamu tak akan berlayar dengan mulus bersama perahumu. Dalam perjalananmu, pastilah akan ada angin sepoi-sepoi yang mengelus-elus rambutmu dengan halus. Suasana damai yang mengundang kantuk untuk datang menghampiri pelayaranmu.

Namun jangan terlena, Sayang. Bisa saja angin sepoi-sepoi itu dengan usil memanggil teman-teman satu gang-nya dan memporak porandakan perahumu. Maka yang ada bukanlah tidur yang menenangkan, melainkan perahumu yang hancur dan kepalamu yang pening. Lalu kamu akan merutuk menyalahkan angin. Sayang, ini bukanlah salah angin tapi salahmu. Karna kamu telah terlena dengan angin sepoi itu.

Sudahlah usah kau menangisi dia. Sudah menjadi hukum alam bahwa pertemuan selalu diakhiri dengan perpisahan. Lantas kita bisa apa? Jika sudah saatnya alam mendatangkan perpisahan pada kebersamaanmu, maka berikanlah senyuman terbaikmu.

Katakan "Terimakasih!" dengan senyuman lebar dan pelukan hangat tanda perpisahan dengan orang yang pernah menjadi bagian dari hidupmu itu. Katakan "Semoga adanya kita dahulu dan apa yang telah kita lalui menjadi pelajaran bagi kita masing-masing untuk menjadi yang lebih baik." dengan senyuman terbaikmu.

Lalu tugasmu setelah itu adalah instropeksi diri. Jangan terburu-buru mencari pengganti, nikmati saja jeda yang diberikan waktu sebagai bonus untukmu dalam memperbaiki diri. Jika memang dirasa kamu sudah benar-benar baik, maka waktu pasti akan memberikan kesempatan padamu untuk memilah dan memilih pengisi hatimu.

Sekarang, nikmatilah jedamu dulu, Sayang. Semoga kau menjadi pribadi baru yang lebih dan lebih baik lagi.

Saturday, February 22, 2014

Jangan Pergi, Tetaplah Disini

Sumber gambar: Google
Maka jika kamu pergi, bahu siapa tempat kepala ini bersandar selain pada bahumu? Adakah bahu lain yang mampu memberikan kenyamanan selayaknya bahu lebarmu? Aku tak yakin, tak pernah yakin.

Maka jika kamu pergi, kepada siapa senyuman terbaikku ini kuberikan selain padamu? Adakah seseorang lain yang mampu menarik tali simpul senyum di bibirku selain kamu? Aku tak yakin, tak pernah yakin.

Maka jika kamu pergi, siapa lagi yang akan menginspirasiku menulis ini semua? Adakah orang lain yang mampu membuatku begitu bersemangat menulis sesuatu selayaknya kamu? Aku tak yakin, tak 
pernah yakin.

Maka jika kamu pergi, kepada siapa kugantungkan rindu ini selain hatimu? Adakah hati lain yang bisa kujadikan tempat penggantung rindu? Aku tak yakin, tak pernah yakin.

Maka jika kamu pergi, kepada siapa kujatuhkan hati penuh lebam ini selain hatimu? Adakah hati lain yang bisa menjadi tempat ternyaman bagi hatiku untuk jatuh? Aku tak yakin, tak pernah yakin.

Maka jika kamu pergi, siapa lagi yang aku tunggu dalam menyemangati hari-hariku? Adakah sesuatu lain yang bisa menyemangatiku selain kamu? Aku tak yakin, tak pernah yakin.

Maka jika kamu tak pernah kembali lagi, untuk apa aku dan sang waktu bersahabat saling menghitung detik menanti kembalinya hadirmu? Sungguh hanya sia-sia.

Maka jangan pergi, tetaplah disini.

Tuesday, February 18, 2014

Segalanya Tetap Kamu

Sumber gambar: Google
Kuharap itu kamu, yang mengucapkan selamat pagi untukku. Namun ucapan itu datang dari mulut orang lain. Kuharap itu kamu, yang mengingatkanku jangan lupa makan. Namun yang datang malah orang lain. Kuharap itu bahumu, yang menyediakan bahunya untukku. Namun yang kusandari sekarang adalah bahu orang lain. Kuharap itu bibirmu, yang memberikan kecupan hangat di keningku. Namun yang mengecup keningku sekarang adalah bibir orang lain.
 
Kuharap itu tanganmu, yang mendekap erat tubuhku saat dingin malam mulai menyentuh. Namun pelukan yang kudapat berasal dari tangan orang lain. Kuharap itu senyummu, yang mengisi indahnya hariku. Namun kali ini yang datang adalah senyuman orang lain.
 
Yang selalu kunanti kedatangannya itu kamu. Namun entah kenapa yang datang malah orang lain. Kuharap itu kamu, yang menyematkan cincin pernikahan di jemariku. Namun yang menyematkan kini adalah orang lain. Kuharap itu kamu, orang yang kulihat sejak aku terbangun dari kamar. Namun yang kudapati bukan sosokmu, melainkan sosok orang lain.
 
Entah kenapa, harapanku tentang kamu tak pernah terwujud. Entah kenapa, yang kuharap tentang kamu namun yang datang malah orang lain.
 
Entahlah. Tapi kamu tetaplah yang kuharap selalu. Tapi harapanku tetaplah kamu. Harapanku tetap untukmu. Harapanku tetap segalanya tentangmu. Ya, semua tetap kamu.