![]() |
| Sumber gambar: tumblr |
Satu. Saat ia hadir dengan senyuman mautnya. Dan aku dengan kedunguanku; terpesona. Entahlah.. Apa yang istimewa dari senyum seorang ia. Hanya saja berpuluh salju berguguran di tubuhku setiap satu senyum manis terlukis dari atas dagu yang kokoh. Menyejukkan, dan aku; menikmati.
Lagi. Saat matanya berkedip mesra. Mungkin Si pemilik mata tak berniat menggoda, hanya saja seorang aku yang lemah pada pesonanya. Hingga roboh sudah benteng yang sudah kubangun bersusah-susah. Semua musnah dikalahkan pesona.
Lagi. Saat lembut tutur yang berbisik luhur. Krama dan santun yang membaur, mencipta kagum yang membujur. Kali inipun aku tak bisa berlama-lama hanya dengan berdiam diri saja. Dan aku suka setiap kata yang teruntai dari bibirnya.
Apalagi. Setiap chat yang masuk di layar handphone milikku. Setiap saat itu juga doa-doa terpanjatkan, berharap pesan itu pesan darinya. Lalu sedikit lengkung senyum tergambar saat menatap nama pengirim dan badan pesan. Dan aku sangat... Sangat... Sangat menyukai percakapan yang mengalir begitu saja.
Selalu. Di setiap napas yang ia hela. Setiap detak yang melipat jarak. Dan sehangat bahu yang menggenapi rindu. Aku ada, selalu; memeluknya dalam setiap doaku. Menjadi bagian dari topik yang selalu aku diskusikan dengan Tuhan. Dan menjadi pusat gravitasi seorang aku, yang selalu menjadi rumah paling nyaman untukku kembali pulang.
Kunamai dia itu "kamu".

No comments:
Post a Comment