Sunday, February 23, 2014

Kepada Pemilik Hati yang Luka

Sumber gambar: Google
Semalam aku mendapat pesan singkat darimu. Kamu bilang kamu ditinggal pergi begitu saja oleh orang terkasihmu. Aku.. sedikit ingin tersenyum mendengarnya. Namun air matamu memaksaku untuk menahan tawaku, lalu ikut bersedih mendengar kisahmu.

Aku tahu, hatimu sedang kacau. Aku tahu, saat ini hatimu sedang rapuh. Aku pun tahu, hatimu kini tak lagi sama seperti semula. Aku juga tahu, hatimu kini berserakan menjadi serpihan. Sakit? Yayaya, dimana-mana terluka itu sakit. Dokter ahli pun akan setuju kali ini dengan pernyataanku.

Tak apa, Sayang. Sakit hati itu wajar. Dalam mengarungi lautan kehidupan, kamu tak akan berlayar dengan mulus bersama perahumu. Dalam perjalananmu, pastilah akan ada angin sepoi-sepoi yang mengelus-elus rambutmu dengan halus. Suasana damai yang mengundang kantuk untuk datang menghampiri pelayaranmu.

Namun jangan terlena, Sayang. Bisa saja angin sepoi-sepoi itu dengan usil memanggil teman-teman satu gang-nya dan memporak porandakan perahumu. Maka yang ada bukanlah tidur yang menenangkan, melainkan perahumu yang hancur dan kepalamu yang pening. Lalu kamu akan merutuk menyalahkan angin. Sayang, ini bukanlah salah angin tapi salahmu. Karna kamu telah terlena dengan angin sepoi itu.

Sudahlah usah kau menangisi dia. Sudah menjadi hukum alam bahwa pertemuan selalu diakhiri dengan perpisahan. Lantas kita bisa apa? Jika sudah saatnya alam mendatangkan perpisahan pada kebersamaanmu, maka berikanlah senyuman terbaikmu.

Katakan "Terimakasih!" dengan senyuman lebar dan pelukan hangat tanda perpisahan dengan orang yang pernah menjadi bagian dari hidupmu itu. Katakan "Semoga adanya kita dahulu dan apa yang telah kita lalui menjadi pelajaran bagi kita masing-masing untuk menjadi yang lebih baik." dengan senyuman terbaikmu.

Lalu tugasmu setelah itu adalah instropeksi diri. Jangan terburu-buru mencari pengganti, nikmati saja jeda yang diberikan waktu sebagai bonus untukmu dalam memperbaiki diri. Jika memang dirasa kamu sudah benar-benar baik, maka waktu pasti akan memberikan kesempatan padamu untuk memilah dan memilih pengisi hatimu.

Sekarang, nikmatilah jedamu dulu, Sayang. Semoga kau menjadi pribadi baru yang lebih dan lebih baik lagi.

No comments:

Post a Comment