Saturday, February 22, 2014

Jangan Pergi, Tetaplah Disini

Sumber gambar: Google
Maka jika kamu pergi, bahu siapa tempat kepala ini bersandar selain pada bahumu? Adakah bahu lain yang mampu memberikan kenyamanan selayaknya bahu lebarmu? Aku tak yakin, tak pernah yakin.

Maka jika kamu pergi, kepada siapa senyuman terbaikku ini kuberikan selain padamu? Adakah seseorang lain yang mampu menarik tali simpul senyum di bibirku selain kamu? Aku tak yakin, tak pernah yakin.

Maka jika kamu pergi, siapa lagi yang akan menginspirasiku menulis ini semua? Adakah orang lain yang mampu membuatku begitu bersemangat menulis sesuatu selayaknya kamu? Aku tak yakin, tak 
pernah yakin.

Maka jika kamu pergi, kepada siapa kugantungkan rindu ini selain hatimu? Adakah hati lain yang bisa kujadikan tempat penggantung rindu? Aku tak yakin, tak pernah yakin.

Maka jika kamu pergi, kepada siapa kujatuhkan hati penuh lebam ini selain hatimu? Adakah hati lain yang bisa menjadi tempat ternyaman bagi hatiku untuk jatuh? Aku tak yakin, tak pernah yakin.

Maka jika kamu pergi, siapa lagi yang aku tunggu dalam menyemangati hari-hariku? Adakah sesuatu lain yang bisa menyemangatiku selain kamu? Aku tak yakin, tak pernah yakin.

Maka jika kamu tak pernah kembali lagi, untuk apa aku dan sang waktu bersahabat saling menghitung detik menanti kembalinya hadirmu? Sungguh hanya sia-sia.

Maka jangan pergi, tetaplah disini.

No comments:

Post a Comment