Monday, February 10, 2014

Setelah Bertahan, Lalu Apa?

Selamat pagi. Semangat. Selamat mencari cinta sejati. Jangan pernah menyerah. Dan selamat berpindah dari dia yang dulu mengecewakanmu. Saatnya membuka hati selebar-lebarnya untuk dia, yang saat ini menunggumu menyambut cinta dan kasihnya. Saatnya membuka hati untuk dia yang sudah menyiapkan singgasana terindah buatmu. Saatnya berpindah kepada hati yang lebih baik. Saatnya berpindah kepada hati yang lebih bisa menerima hatimu.
 
Selamat mencari yang genap dari sosokmu yang ganjil. Selamat mencari yang bisa melengkapi kekuranganmu. Semoga mendapatkan yang lebih baik dari yang dulu. Semoga mendapatkan yang nyaman denganmu. Semoga mendapatkan yang lebih mengerti apa maumu. Semoga medapatkan yang bisa menerima segala kelebihan dan kekuranganmu. Semoga mendapatkan yang bisa membahagiakan. Semoga mendapat yang tidak hanya menerimamu saja, namun keluarga dan juga kebiasaanmu.
 
Sudah menemukan yang seperti itu? Maka tugasmu selanjutnya adalah mempertahankan. Ini adalah tugas paling berat. Karna mempertahankan itu tak semudah mendapatkan. Karna mempertahankan memerlukan energi banyak. Ya, bertahan saat dia mulai merajuk. Bertahan saat dia mulai bertingkah. Bertahan saat mulai mencari-cari kesalahan. Bertahan saat dia mulai sering marah-arah tak jelas. Bertahan saat dia mulai mengabaikan kehadiranmu. Bertahan saat hubungan kalian mulai dihinggapi arus deras keegoisan. Bertahan saat mulai muncul manusia-manusia pengganggu. Ya, bertahan. Berat, kan?
 
Namun, bertahanmu perlu ada kata saling. Karna jikalau hanya kamu saja yang bertahan tanpa ada saling, maka sia-sialah perjuanganmu dalam bertahan. Ya, bertahan harus ada kata saling. Saling mempertahankan. Saling memaafkan. Saling bersabar. Saling menguatkan. Dan saling jujur.
 
Setelah mendapatkan dan (saling) mempertahankan, lalu apa? Saatnya kamu membawa orang itu ke Kantor Urusan Agama. Mengucap kata akad. Saling berikrar janji di depan saksi. Mengikat janji didepan wali hakim. Megabadikan kebersamaanmu dengan keluarga besar. Menyatukan dua hati, dua keluarga, dua kebiasaan, menjadi satu kesatuan, menjadi keluarga baru. Keluarga kecil nan bahagia. Semoga kalian bisa sampai di taraf ini. Membangun keluarga kecil bahagia bersama orang yang sudah kalian dapatkan dan kalian (saling) pertahankan.
 
Semoga beruntung. ♥

Sumber gambar: Google

No comments:

Post a Comment