Tuesday, February 18, 2014

Segalanya Tetap Kamu

Sumber gambar: Google
Kuharap itu kamu, yang mengucapkan selamat pagi untukku. Namun ucapan itu datang dari mulut orang lain. Kuharap itu kamu, yang mengingatkanku jangan lupa makan. Namun yang datang malah orang lain. Kuharap itu bahumu, yang menyediakan bahunya untukku. Namun yang kusandari sekarang adalah bahu orang lain. Kuharap itu bibirmu, yang memberikan kecupan hangat di keningku. Namun yang mengecup keningku sekarang adalah bibir orang lain.
 
Kuharap itu tanganmu, yang mendekap erat tubuhku saat dingin malam mulai menyentuh. Namun pelukan yang kudapat berasal dari tangan orang lain. Kuharap itu senyummu, yang mengisi indahnya hariku. Namun kali ini yang datang adalah senyuman orang lain.
 
Yang selalu kunanti kedatangannya itu kamu. Namun entah kenapa yang datang malah orang lain. Kuharap itu kamu, yang menyematkan cincin pernikahan di jemariku. Namun yang menyematkan kini adalah orang lain. Kuharap itu kamu, orang yang kulihat sejak aku terbangun dari kamar. Namun yang kudapati bukan sosokmu, melainkan sosok orang lain.
 
Entah kenapa, harapanku tentang kamu tak pernah terwujud. Entah kenapa, yang kuharap tentang kamu namun yang datang malah orang lain.
 
Entahlah. Tapi kamu tetaplah yang kuharap selalu. Tapi harapanku tetaplah kamu. Harapanku tetap untukmu. Harapanku tetap segalanya tentangmu. Ya, semua tetap kamu.

No comments:

Post a Comment