Saturday, February 15, 2014

Surat Kaleng Buat Kamu

Kepada: Yang membuatku rindu setengah mati
Selamat, ng.. Entah pagi, siang, atau malam, saat surat ini sampai di tanganmu. Namun semoga kamu tetap dalam sehat dan bahagia. Disini doaku selalu menujumu. Disini harapanku condong padamu. Disini ingatanku selalu tentang kamu.
Aku mengirim surat ini bukannya aku takut berbincang denganmu, atau gemetar saat memandangmu. Hanya saja waktu tak pernah mengijinkan kita bertemu. Hanya saja kita sudah jarang bercerita panjang. Hanya saja kita sudah jarang duduk bersantai sambil menghangatkan malam. Hanya saja kamu terlalu memperhatikan kesibukanmu hingga jarang ada waktu denganku. Tak apa, aku terima saja. Toh itu semua itu demi cita-cita mudamu.
Jika memang pertemuan memang sulit terwujudkan, maka ijinkan suratku ini setidaknya menjadi perantara kita untuk saling melepas rindu. Membiarkan deretan-deretan huruf menjadi saksi betapa rinduku akan dirimu semakin hari semakin menggila. Kamu memang bak sabu. Membuatku selalu mencandumu. Membuatku selalu merindumu. Membuatku selalu ingin bersamamu.
Aku mengirim surat ini bukan karena aku malu berbicara padamu, namun rindu yang tak pernah berujung temu memerintahkan jemariku untuk terus menarikan namamu. Entahlah.. Aku hanya merindumu. Senyummu. Candamu. Tawamu. Suara bass-mu. Sentuhmu. Jemarimu. Pegangan eratmu. Nasihatmu. Perhatianmu. Semangatmu. Ucapan selamat pagimu. Dan kecupan selamat malammu.
Rindu memang selalu begitu. Jika tak dituruti maka akan semakin menjadi. Dan rinduku kini di level “menjadi-jadi” untukmu. Kira-kira kapan waktumu sedikit luang untuk mencairkan rinduku? Masih tak ada waktu kah? Masih padat kah jadwalmu? Masih asyik dengan kesibukanmu kah? Ya, disini aku hanya bisa sabar, dan pasrah saja. Sabar menanti kesibukanmu berkurang. Dan hanya bisa pasrah jika waktu, lagi-lagi waktu, tak mau tahu tentang rinduku.
Semoga waktu sedikit bersimpati dan mewujudkan temu di sela rinduku.

sumber gambar: Google

No comments:

Post a Comment