Wednesday, February 05, 2014
Sabtu
Aku, satu dari sekian ribu orang yang selalu senang menanti sabtu datang. Bukannya apa-apa. Selain menunggu pertemuan dengan orang yang saat ini sedang mengisi hatiku, yang kusuka dari sabtu adalah ketenangannya. Kehangatannya. Kedamaiannya.
Karena aku hanya punya sabtu untuk melepaskan penat. Karena aku hanya punya sabtu untuk bernafas lebih panjang. Karena aku hanya punya sabtu untuk beristirahat lebih tenang. Karena aku hanya punya sabtu untuk berdamai dengan keadaan. Karena aku hanya punya sabtu untuk tertawa lebih keras. Karena aku hanya punya sabtu untuk tersenyum lebih lebar.
Karena selain sabtu, aku (hampir) lupa untuk bernafas. Karena selain sabtu, aku (hampir) lupa untuk tertawa. Karena selain sabtu, penatku bertumpuk menyerbu. Karena selain sabtu, istirahatku acak-acakan. Karena selain sabtu, segalanya tak pernah tenang.
Aaaaah, andaikan sabtu selalu berulang ulang dalam seminggu.. Maka hatiku tak akan menjadi pilu. Andaikan sabtu kutemui lebih banyak dalam seminggu.. Maka gembiralah alam kalbu. Andai sabtu selalu berulang, maka aku tak akan (hampir) lupa lagi untuk bernafas.
Aaaah.. Sabtu. Hadirmu selalu kunanti. Kedatanganmu selalu membungahkan hati. Kebahagianmu akan selalu kubagi.
Label:
prosa
Lokasi:
Jombang, East Java, Indonesia
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment