![]() |
| Sumber gambar: tumblr |
Pergi. Satu kata tapi bermakna. Pergi. Satu kata yang dahsyat pengaruhnya. Pergi. Satu kata yang bisa melukai hati banyak orang. Dan pergi. Adalah hal dimana hati harus mengikhlaskannya, entah itu dengan cara sadar atau terpaksa. Pergi. Menurutku, pergi adalah saat dimana aku meninggalkan semua hal yang berhubungan denganmu. Pergi. Adalah saat dimana aku tak bisa lagi menemani keseharianmu. Pergi. Adalah saat dimana aku dan kamu tak lagi menatap hari yang indah bersama-sama. Pergi. Adalah hal terberat dimana aku akan selalu merindukan sosok hadirmu namun kau tak bisa memenuhi kehadiranmu. Pergi. Adalah saat dimana aku tak lagi menjadi bagian dari hidupmu. Dan pergi. Adalah saat dimana hati masih ingin bersamamu namun keadaan memaksaku untuk mengkhianatinya.
Pergi. Entahlah, aku tak yakin bisa pergi jauh darimu. Kenapa? Karena setiap melihatmu, aku merasakan kehangatan dan kenyamanan. Merasakan bahwa kaulah rumah tempatku kembali setelah melakukan pergi. Entahlah. Entah ego atau logikaku yang memaksaku untuk pergi darimu. Namun hatiku selalu menahan keepergian ini. Hatiku terlalu bersimpati padamu sehingga aku gamang untuk pergi darimu. Tidak. Mungkin aku tidak akan pernah bisa pergi jauh darimu karena kaulah rumah tempatku kembali. Jangan. Jangan membenciku. Aku hanya menuruti ego untuk berniat pergi, tanpa ada dukungan dari hati. Jangan. Tetaplah disini, aku berjanji untuk meredam egoku dan menuruti apa maunya hatiku.
Jika suatu saat nanti aku memilih pergi, tolong jangan biarkan. Tolong, kumohon. Lakukanlah segala cara agar membuatku tetap disisimu. Lakukanlah segala hal agar aku mengurungkan niat untuk pergi. Tolong. Lakukan apapun agar aku, walaupun aku pergi, tetap akan kembali kepada rumahku, yaitu kamu. Tolong. Aku mohon. Dan mungkin aku dalam keadaan bersujud saat memintamu seperti ini.
Pergi. Adalah saat dimana aku dan kamu tak lagi menatap langit di balkon yang sama. Pergi. Adalah hal yang paling aku benci, karena pergi selalu beriringan dan bergandengan dengan yang bernama “kehilangan”. Aku tau, pergi dan kehilangan memang sepakat bersatu untuk menghancurkan hidup seseorang. Namun entah mengapa kali ini egoku ingin berteman dengan mereka. Sabarlah sedikit, jangan marah. Karena mereka tidak akan bisa berteman dengan baik karena hatiku telah kadung jatuh cinta padamu. Hatiku akan selalu membelamu. Selalu. Jangan biarkan aku pergi, ya? Kumohon. Karena aku tahu, pergi dan kehilangan adalah komposisi yang tepat untuk memporak-porandakan hati setiap orang. Aku tak mau pergi darimu. Aku tak akan mau.

No comments:
Post a Comment