Saturday, February 08, 2014

Kamu. Canduku.

Sumber gambar: Google

Entah sejak kapan, hariku selalu dipenuhi oleh kamu. Entah mulai kapan, kamu menginspirasiku untuk menulis. Entah karena apa, kini aku sering mengabadikan sosokmu, dan segalanya tentang kamu, ke dalam tulisan-tulisan tak berbentukku. Entah sejak kapan, kamu menjadi objekku untuk terus menulis. Kamu selalu menginspirasi. Kamu selalu mewarnai hari. Kamu selalu menyemangati. Dan kamu selalu menentramkan hati.
 
Kenapa aku menulis? Kenapa aku mengabadikan segalanya dalam menulis? Entahlah, aku suka. Aku hanya suka. Aku hanya senang bermain-main dengan kata. Aku hanya suka memainkan huruf dan jemariku, sambil terus membayangkan kamu. Senyumanmu. Sosokmu. Dan sambil terus merasakan hangatnya kasih dari hatimu. Sambil terus merasakan kenyamanan dalam damainya hatimu. Sambil terus merasakan gebuan semangatmu. Sambil terus merasakan kebahagiaan disisi seseorang yang kunamakan itu Kamu.
 
Kenapa aku menulis? Mungkin salah satu alasannya adalah… Aku hanya tak ingin melewatkan sedikitpun moment-moment yang pernah aku alami, dan aku rasakan. Karna aku ingin dikenang, walaupun orang-orang mengenangnya lewat sekumpulan kata-kata yang berserakan di websiteku. Karena aku, dengan menulis, dan catatan, adalah salah satu cara agar aku bisa mengenang bahwa aku pernah ada. Aku pernah berkarya. Aku pernah sebahagia ini. Aku pernah sehancur ini. Aku pernah se-istimewa ini. Aku pernah sekecewa ini. Aku pernah sesakit ini. Dan satu lagi yang tak pernah lupa, bahwa tulisan-tulisan ini adalah bukti bahwa “kita” pernah ada.
 
Semoga akan ada kamu, dan selalu kamu, yang menginspirasiku untuk menyusun rapi kata demi kata dengan permainan sederhana jemariku. Semoga aku akan selalu menulis segalanya tentang aku, kamu, mereka, dan semua yang kurasakan semenjak kehadiranmu, hampir membuatku setengah gila.
Ijinkanlah aku, menulis segalanya tentang kamu, ya. Boleh?

No comments:

Post a Comment