Ada yang datang. Kemudian pergi. Namun ada juga yang memilih untuk tetap tinggal. Yang datang, banyak. Yang membungahkan hati juga banyak. Yang lebih tampan tak terhitung. Yang berusaha mengambil hati turut mengantri.
Lalu, yang datang, kemudian pergi. Entah karena tak menemukan kecocokan. Entah karena tak memenuhi harapan. Entah karena tak memberikan kenyamanan. Entah karena tak sabar menunggu jawaban. Entah karena dilanda ketidakpastian. Entah apalah itu.
Namun, diantaranya, ada yang memilih bertahan. Namun, tersadar, ada yang memilih untuk tetap tinggal. Entah karena telah menemukan kenyamanan. Entah karena telah merasa ada kecocokan. Entah karena terlalu sabar menunggu jawaban. Entah karena terlalu rajin menanti kepastian. Entah apalah itu.
Entah.
Terimakasih sudah memilih untuk bertahan. Terimakasih sudah memilih untuk tetap tinggal. Disini. Disampingku. Di hatiku. Sekali lagi, terimakasih. Semoga ‘tinggal’mu bukan hanya sementara. Semoga ‘tinggal’mu itu selamanya. Semoga ‘tinggal’mu bukan bualan belaka. Semoga ‘tinggal’mu itu nyata.
Semoga. Dan akan aku amin-kan. Semoga. Dan kamu juga meng-amin-kan. Semoga. Dan semesta pun juga ikut meng-amin-kan. Semoga. Dan Tuhanku, juga Tuhanmu mengabulkan amin kita. Semoga.
![]() |
| Sumber gambar: my gallery |

No comments:
Post a Comment