Monday, August 11, 2014

Kemarau Bulan Agustus. Dan Sekeping Rindu

Sumber gambar: akar pikiran
Pukul dua dinihari.

Kemarau Bulan Agustus.

Dingin yang menusuk hingga rusuk.

Sepasang mata yang tak kunjung meminang kantuk.

Dada yang sesak akibat rindu bersak-sak.

Isakan tertahan dari bibir wanita bergincu merah.

Pilu yang bertalu-talu.

Kebahagiaan yang menguap.

Kesedihan yang menggema.

Ingatan yang memparadekan kenangan.

Beradu dengan getir kepergian lalu mencipta denting bernama duka.

Pecah sudah yang tertahan di langit-langit mata.

Tangis bergegas turun dengan deras.

Peluh yang bersetubuh dengan tanah.

Wanita bergincu merah.

Sudut kamar yang gelap.

Rindu yang bergemuruh.

Duduk merangkul amarah.

Sambil memeluk dirinya sendiri.

No comments:

Post a Comment