![]() |
| Sumber gambar: Google |
Bagi sebagian orang, membeli barang-barang branded di mall-mall di kota besar atau bahkan di luar negeri seperti Chanel, Hermes, Prada, Chloe, Furla, Burberry, dan Gucci adalah bahagia menurutnya.
Sebagian orang lainnya, mendapatkan perhiasan emas, berlian, intan, permata, mutiara, bahkan kristal swarowski yang berharga milyaran rupiah adalah definisi bahagia baginya.
Namun...
Bagi saya. Bahagia itu sederhana. Sesederhana huruf-huruf penyusunnya.
Bahagia bagi saya, adalah ketika saya bercerita tentang apa saja, dan mata kamu menatap mata saya dengan antusias dan semangat.
Bahagia menurut saya, adalah saat kamu duduk di samping saya. Memandangi senja yang sedang mempertontonkan semburat jingganya yang menawan lalu perlahan hilang ditelan malam. Kamu dan saya hanya duduk bersandingan dan diam. Tapi saya bahagia bisa menyaksikannya bersamamu.
Bahagia bagi saya. Saat kamu tersenyum menanggapi candaan saya lalu berakhir dengan mengacak-acak poni saya. Hingga saya manyun dan kamu malah tertawa lebar. Tahukah kamu, hati saya melonjak girang saking bahagianya bisa menyaksikan tawamu yang lebar itu. Dan sayalah yang menjadi alasan kamu tersenyum.
Bahagia menurut definisi saya. Ketika malam menjadi semakin larut dan mata saya menyipit akibat kantuk yang melanda. Kemudian kamu menelepon dan berkata, "I love you, Sweetheart." atau pesan singkat yang isinya kurang lebih, "Goodnight, Dear. Have a nice dream. I love you. I do :)", seketika itu juga kantuk berterbangan dan senyum saya merekah begitu lebar.
Bahagia bagi saya. Adalah ketika kamu menggenggam erat tangan saya seolah mengatakan, "Kita hadapi ini bersama-sama. Kamu kuat, Sayang." atau memeluk erat tubuh saya seolah berucap, "Sesedih apapun kamu, ada aku dan dadaku yang siap menjadi pelindungmu dan mengusir kesedihan yang berkecamuk dalam dirimu." Lalu jemarimu yang kokoh itu mengusap air mata yang menganak sungai dengan sangat lembut sambil mengecup kening saya. Lama. Lalu hangat menyusup dan duka saya pun melayang.
Bahagia bagi saya adalah saat ada kamu yang menemani hari-hari saya. Apakah saya normal? Entahlah.

No comments:
Post a Comment