![]() |
| Sumber gambar: Google |
Selamat entah, pemilik senyum paling candu!
Aku tidak mengatakan pagi, siang, atau sore karena mungkin surat ini kau baca saat--entah pagi, siang, atau sore.
Tuan, jika waktumu sedikit senggang, maka luangkanlah waktu untuk berjalan menuju cermin dan berhentilah. Tata tubuhmu sedemikian hingga engkau nyaman. Lalu dengan perlahan, tataplah sesuatu dibalik cermin itu. Ya, pantulan dari wujudmu. Kemudian, dengan sangat perlahan juga, tariklah ujung bibirmu keatas hingga membentuk simpul senyum.
Lihat? Kau tersenyum! Dan, hey lihat! Kau menawan, Tuan.
Jika boleh jujur, senyum itulah yang mampu membuat wanita-- siapapun itu-- luluh. Dan dengan sangat jujur pula, senyummu itulah yang membuatku seharian merasa terbang layaknya berjalan di atas awan. Ia bak magnet ladam dengan kutub positif yang menarikku dengan kutub negatifnya... Senyum paling tulus dan murni yang jarang sekali aku dapati selama hampir seperempat abad perjalanan usia.
Aku tidak mengada-ada, tentu saja! Pemilik senyum paling candu itu kau ialah sahih adanya.
Tuan, tolong jaga senyum tulus dan murni atas bibirmu itu, ya? Karena siapapun itu, yang melihat senyummu, ia pasti akan merasa menjadi orang paling beruntung selama hidupnya. Aku jamin!
Mungkin orang itu ialah aku...
Tertanda
Perempuan Pecandu Senyummu

No comments:
Post a Comment