Friday, April 04, 2014

Maaf, Aku Berpura-pura

Sumber gambar: tumblr
Maaf aku berpura-pura. Menampakkan senyum bahagia di muka namun sebenarnya batinku terluka. Aku berusaha mengatakan "aku tidak apa-apa" melewati tatapan dan senyum meyakinkan yang kupoles di wajahku, untuk sekedar meyakinkan jangan terlalu khawatir terhadapku, namun sebenarnya batinku perih meraung-raung. Karna terkadang ada tangis dalam senyum-senyum manis.

Maaf aku bermuka dua. Mengatakan "aku tak merasa kehilangan" dengan nada seolah menyepelekan, namun sebenarnya jauh di lubuk hati paling dalam batinku berteriak "AKU SANGAT MEMBUTUHKAN". Bukan. Aku bukan seorang yang pengecut. Aku hanya tak mau dianggap terlalu berambisi untuk mendapatkan sesuatu.

Maaf mungkin aku dianggap manusia yang tak begitu mempedulikan. Tidak. Aku tegaskan kali ini, tidak. Aku sebenarnya juga seorang yang peduli. Sudah makankah? Sedang apa? Dengan siapa? Bagaimana keadaannya? Atau, adakah hal-hal yang bisa dibagi denganku? Tahukah, pertanyaan-pertanyaan itu muncul dalam benakku, bukan hanya sekali, atau sehari saja, namun berkali-kali. Setiap detik, setiap jam, setiap malam, setiap hari, sampai saat ini. Pertanyaan-pertanyaan itu acapkali mengganggu malam dan siangku. Gelisah, khawatir, dan seribu tanda tanya itu membuatku hampir tenggelam dalam lautan kematian. Mengingat tak akan pernah ada jawaban dalam setiap tanya yang tersisa.

Maaf, aku berpura-pura bahagia. Namun sebenarnya hatiku terluka.

No comments:

Post a Comment