Saturday, April 26, 2014

Jangan Terlalu Khawatir

Sumber gambar: Google

Semoga hidupmu bahagia, Kesayanganku. Aku berdoa agar hidupmu selalu dipenuhi sukacita. Aku berharap kamu tak menyesal dengan pilihanmu. Ya, kamu memilih untuk pergi. Kamu pergi dari hidupku, dari sisiku.

Sejak saat itu, aku berusaha untuk baik-baik saja. Bukankah hidup harus terus berlanjut sekalipun seseorang pergi dan meninggalkan luka yang mendalam di hati? Ya, kini aku baik-baik saja. Aku mulai untuk melanjutkan hidup meski agak sedikit berat. Namun itu harus tetap kulakukan, bukan? Tolong katakan "ya" dan anggukkan kepalamu, Kesayanganku, agar hatiku damai kembali. Tidak begitu buruk saat aku mulai menjalani hariku. Tidak, aku tidak sesedih itu. Aku tak sesakit itu.

Aku tak lagi heran mengapa aku bisa bertahan sampai sejauh ini. Sudah kuhadapi hal-hal paling buruk sekalipun. Dan kini aku merasa benar-benar hidup. Selamat! Kini aku bebas kembali.

Namun hanya ada satu masalah yang kini kuhadapi. Aku hanya merasa sakit saat aku bernafas. Hatiku hanya terluka saat ia berdetak. Mimpi-mimpiku hanya mati saat aku bermimpi. Maka kutahan nafasku untuk melupakanmu. Jangan kamu kira aku akan berbaring sambil menangis terisak di malam hari. Disaat dingin malam menyentuh kulitku. Aku bilang jangan kuatirkan aku. Aku bilang aku baik-baik saja. Aku tak pernah mengenangmu lagi, itulah kenyataannya.


(terinspirasi dari lagu Shania Twain - It Only Hurt When I'm Breating)

No comments:

Post a Comment