Sunday, July 20, 2014

Kepada: Pemilik Hati Yang Terbagi

(Balasan surat; Dear: Kekasih Gelapku)
Sumber gambar: Google
Welcome home, Kesayanganku!


Ya, sekalipun aku hanya rumah keduamu, bukan berarti aku tak boleh memberi ucapan selamat datang untuk kamu, bukan?

Sayang, malam-malamku selalu menggigil tanpa dekapanmu. Tidurku tak pernah pulas karena mencemaskanmu. Dan mimpi indah yang kau doakan menjelang tidurku selalu berubah biru lalu kelabu; tanpa ada kamu di samping ranjangku.

Sayang, tahukah kamu? Semalam setelah kita bertemu, aku berjalan terseok-seok. Ditemani hujan, tangisku pecah. Air mataku tumpah. Hatiku terbakar cemburu melihatmu mengecup kening orang lain selain aku.

Sayang, terkadang naluriku ingin bersamamu disetiap malamku. Hasratku membuncah mengharap pelukmu sebagai pengantar tidurku. Namun kemudian kenyataan menempelengku, bahwa aku tak punya daya untuk itu. Karna aku hanya kekasih gelapmu.

Sayang, terkadang aku juga ingin seperti pasangan-pasangan lain. Berjalan dengan bergandengan. Senyum bahagia terlukis sambil mengulurkan pelukan tanpa terbersit kekhawatiran. Tanpa harus bercinta diam-diam. Namun kemudian realita menyadarkan. Aku hanyalah kekasih simpanan yang harus disembunyikan. Karena takut ketahuan.

Sayang, aku tak pernah mempermasalahkan pengakuan. Sekalipun kamu berkata "Bukan!" kepada beribu orang apakah aku ini kesayangan, jika tanganku kau genggam, maka aku memilih bertahan.

Sayang, sekalipun hatimu kau bagi menjadi beribu lagi, jika namaku masih dihati; maka aku enggan beranjak pergi.

-Tertanda: Kekasihmu, yang tak pernah kau sebut namanya di depan mereka-

No comments:

Post a Comment