Thursday, June 02, 2016

Saya Pamit.

sumber gambar: Google
Selamat tinggal.
Kali ini saya benar-benar akan pamit.
Pergi dari tiap celah hidupmu yang kerap kali kudatangi meski kamu merasa sangat muak.
Saya pamit.
Menghilang dari setiap pandangan yang kamu edarkan dengan mata teduh yang dulu selalu menenangkanku.
Saya pamit.

Saturday, April 23, 2016

Hanya Sebatas Angan

Sumber gambar: biylafadz.file

Saya telah berkali-kali..
Mengaku pada tetesan embun pagi yang jatuh pertama kali dari dedaunan di kebun rumah.
Telah jatuh pada hati sederhana yang bermukim di sebuah nama.
Nama yang selalu membuat hati saya berdebar hebat tiap ada teman yang menyebutnya.
Nama yang selalu membuat simpul senyum di bibir saya berkembang walau sekedar membayangkannya.
Nama yang membuat saya bahagia setengah mati.

Sunday, March 13, 2016

Di Persimpangan Kala Itu

Rintik hujan sudah berkali-kali mengecupku sejak jam besar di gedung kota menunjuk angka 3, angka kesukaanmu.
Hingga senja jatuh di pangkuan, aku masih berdiri di tempat yang sama, di persimpangan dekat kedai yang sering kita kunjungi dulu.

Hujan kali ini mengacak-acak loker memori yang sudah kususun rapi dan terstruktur sesuai urutan kedatangan. Menarik dengan paksa ingatan tujuh ratus dua puluh lima hari yang lalu, ingatan tentang persimpangan jalan dimana kakiku berdiri. Dan kita. Memecah kepingan hati yang susah payah kusulam dengan rindu dan tabah agar tak kepalang berantakan.

Sunday, February 28, 2016

Surat Untuk Ibu

Sumber gambar: Google

Kepada yang tersayang, Ibu.

Selamat entah, Bu.
Adek tidak tahu bagaimana keadaan di surga sekarang. Pagi dengan kicauan burung dan balutan kabut tipis kah, atau malam pekat dengan taburan bintang yang menggantung di langit-langit surga. Ataukah di surga sedang musim semi yang hangat dimana bunga-bunga selalu mekar dan selalu tersenyum tiap ibu lewat. Adek berdoa semoga Ibu selalu dihinggapi kebahagiaan.

Bu, adek berlinangan air mata saat menulis surat ini.
Belakangan ini hari-hari terasa begitu berat untuk adek jalani. Entah itu untuk sekedar belajar, menyelesaikan setumpuk tugas kuliah, ataupun kerjaan dan rutinitas yang tiap hari menunggu untuk adek selesaikan. Segala yang adek lakukan terasa sangat hambar, tidak ada soul di dalamnya. Adek merasa seperti tengkorak tanpa jiwa yang hanya berjalan kesana kemari tanpa ada semangat. Adek kenapa, Bu?

Sunday, December 13, 2015

Tangisan Seorang Lelaki

sumber gambar: google


Kita bertengkar lagi. Bukan pertengkaran seperti biasanya. Seperti saat aku menyetrika bajumu dan berakhir dengan gosong dan bolong. Bukan pula pertengkaran saat kamu malas membantu bersih-bersih rumah atau mangkir menyiram bunga di kebun.

Kali ini pertengkaran terjadi sangat hebat. Pertengkaran yang membela dan menina-bobokan ego kita masing-masing. Pertengkaran yang akhirnya berujung pada sikap diammu. Diam akan pertanyaan-pertanyaan yang kuajukan berkali-kali di depan matamu. Diam akan segala sikap yang kulakukan. Diam akan tatapan penuh tanya. Diam.