![]() |
| Sumber gambar: biylafadz.file |
Saya telah berkali-kali..
Mengaku pada tetesan embun pagi yang jatuh pertama kali dari dedaunan di kebun rumah.
Telah jatuh pada hati sederhana yang bermukim di sebuah nama.
Nama yang selalu membuat hati saya berdebar hebat tiap ada teman yang menyebutnya.
Nama yang selalu membuat simpul senyum di bibir saya berkembang walau sekedar membayangkannya.
Nama yang membuat saya bahagia setengah mati.
Saya pun tidak pernah lelah..
Mencoba menerobos celah dinding hati yang terkunci rapat.
Hanya sekedar ingin menyapa dan menghangatkan sebagian ruang yang dibiarkan kosong dan dingin.
Berangan memeluk kesedihan yang selama ini disimpan dalam-dalam di sudutnya.
Namun, angan saya hanyalah sekedar angan belaka.
Karena hati itu tak dibiarkan terbuka barang sekali.
Karena hati itu telah terkunci rapat dengan rantai-rantai keacuhan yang melilitinya.
Karena hati itu..
Membuat bahagia dalam luka saya.
Karena semua hanya ada di angan saya, bukan dia.
Jombang, 23 April 2016
Catatan seorang peng-angan

No comments:
Post a Comment