![]() |
| sumber gambar: Google |
Selamat tinggal.
Kali ini saya benar-benar akan pamit.
Pergi dari tiap celah hidupmu yang kerap kali kudatangi meski kamu merasa sangat muak.
Saya pamit.
Menghilang dari setiap pandangan yang kamu edarkan dengan mata teduh yang dulu selalu menenangkanku.
Saya pamit.
Menghapuskan diri dari keping-keping memori yang berputar dengan rindu sebagai porosnya.
Menghapuskan diri dari keping-keping memori yang berputar dengan rindu sebagai porosnya.
Saya pamit.
Menarik diri dari semua ekspektasi-ekspektasi indah tentang bayang masa depan bersamamu.
Kali ini. Saya benar-benar akan pamit untuk meninggalkanmu.
Itu artinya, saya pamit untuk tidak lagi mengirimkan pesan singkat "selamat pagi" atau "jangan lupa makan" yang satupun tidak pernah kamu balas.
Saya pamit untuk tidak lagi menyapamu dengan riang dan manja di ujung telepon yang hanya kamu hadapkan pada bunyi kereta api lewat atau bunyi lalu lalang kendaraan sebagai responnya.
Saya pamit untuk tidak lagi berjuang untukmu. Karna telah ada seseorang yang mampu berjuang lebih gigih daripadaku untukmu.
Saya pamit, terimakasih sudah membuat saya berjuang dengan keras kepala dan gigih.. Terimakasih sudah membeber rasa ikhlas saya seluas-luasnya untuk menerima apapun hasilnya.
Saya pamit, dan terimakasih sudah menjadi bahagia, meski itu bukan karena saya.
Saya pamit, dan selamat tinggal.

No comments:
Post a Comment