Wednesday, March 26, 2014

Marry Your Daughter

by: Brian McKnight


Sumber gambar: Google
by: Brian McKnight

Sir, I'm a bit nervous
Tuan, aku agak grogi

'Bout being here today
Berada di sini hari ini

Still not real sure what I'm going to say
Masih tak yakin apa yang akan kuucapkan

So bare with me please
Maka bersabarlah

If I take up too much of your time
Jika nanti aku menghabiskan terlalu banyak waktu Anda


See in this box is a ring for your oldest
Lihatlah, di kotak ini ada sebuah cincin untuk putri tertua Anda

She's my everything and all that I know is
Dia segalanya bagiku dan yang kutahu

It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Aku akan sangat lega jika tahu bahwa kami punya pandangan sama

Very soon I'm hoping that I...
Sebentar lagi aku berharap aku....


Can marry your daughter
Bisa menikahi putri Anda

And make her my wife
Dan jadikan dia istriku

I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
Kuingin dia menjadi satu-satunya gadis yang kucinta selama sisa hidupku

And give her the best of me 'till the day that I die
Dan memberinya yang terbaik dari hingga saat aku mati


I'm gonna marry your princess
Aku akan menikahi putri Anda

And make her my queen
Dan jadikan dia ratuku

She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Dia akan menjadi pengantin paling cantik yang pernah kulihat

Can't wait to smile
Tak sabar tersenyum

When she walks down the isle
Saat dia susuri lorong

On the arm of her father
Dan menggandeng ayahnya

On the day that I marry your daughter
Di hari aku menikahi putri Anda


She's been hearing for steps
Dia tlah mendengar langkah-langkah

Since the day that we met
Sejak hari kami bertemu

(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
(Aku takut sekali berpikir apa yang akan terjadi jika dia pergi)

So don't you ever worry about me ever treating her bad
Maka jangan kuatir kalau aku akan memperlakukannya dengan buruk

I've got most of my vows done so far 
Selama ini aku selalu penuhi janji

(So bring on the better or worse)
(Maka bawalah pada bagian lebih baik atau buruk)

And tell death do us part
Dan katakan kematian memisahkan kita

There's no doubt in my mind
Tak ada keraguan dalam benakku

It's time
Inilah saatnya

I'm ready to start
Aku siap memulai

I swear to you with all of my heart...
Aku bersumpah pada Anda dengan sepenuh hatiku...


Can marry your daughter
Bisa menikahi putri Anda

And make her my wife
Dan jadikan dia istriku

I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
Kuingin dia menjadi satu-satunya gadis yang kucinta selama sisa hidupku

And give her the best of me 'till the day that I die
Dan memberinya yang terbaik dari hingga saat aku mati


I'm gonna marry your princess
Aku akan menikahi putri Anda

And make her my queen
Dan jadikan dia ratuku

She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Dia akan menjadi pengantin paling cantik yang pernah kulihat

Can't wait to smile
Tak sabar tersenyum

When she walks down the isle
Saat dia susuri lorong

On the arm of her father
Dan menggandeng ayahnya

On the day that I marry your daughter
Di hari aku menikahi putri Anda


The first time I saw her
Pertama kali kulihat dia

I swear I knew that I say I do
Aku bersumpah aku tahu bahwa aku kan bilang bersedia


This is the best love song ever! Kalian-kalian semua (cowok) yang nyanyiin lagu ini, apalagi diiringi sama petikan gitar aku jamin banget cewek-cewek atau kekasih kalian bakalan leleh. Leleh! Apalagi nyanyiin pas waktu ngelamar cewek kalian, beuuuuh dijamin deh langsung diterima! Yaaa, kalo yang ceweknya ada rasa sih. Hehehe. Tapi yakin deh bakal ngeluluhin hati kaum cewek. Sengaja aku kasih subtitle-nya juga dibawahnya biar kalian tahu seberapa menyentuhnya lagu ini. Selamat mendownload lagunya. Selamat mendengarkan lagunya. Selamat menghayati liriknya. Selamat belajar gitar buat bawain ini lagu. Daaaaaan, Selamat meleleh! ^^

Saturday, March 22, 2014

Gak Tahu. Dan gak mau tahu.

Sumber gambar: tumblr
Gak tahu. Dan gak mau tahu. Sudah cukupkah kata-kata itu menjelaskan makna dari perasaanku saat ini padamu?

Bukan. Ini bukan perihal melepaskan sosokmu dari sisiku. Aku hanya, membiarkan hatimu untuk menentukan pilihan. Tetap menemaniku, berada disampingku. Atau hatimu akan memilih melenggang pergi, meninggalkan hatiku yang terluka disini. Terserah kamu, itu adalah pilihanmu. Aku tak akan memaksanya, tak mau.

Dari sini aku belajar mengikhlaskan, ikhlas yang tanpa dendam. Ikhlas yang tanpa mengharap imbalan. Ikhlas dengan sebenar-benarnya ikhlas. Ikhlas menerima apapun itu keputusan yang telah hatimu pilih.

Aku, kini, menarik sebagian dari jiwa ini dari mimpi indah yang kau suguhkan untukku. Jiwaku, kupaksa untuk bangun dari tidur panjang yang hangat dan nyaman dari dekap pelukmu. Hatiku, kupasangi garis pembatas agar tak melewati batasan yang telah hatimu putuskan.

Bukannya aku berharap pergi dari hidupmu, Sayang. Bukan. Aku hanya, menampar diriku sendiri agar aku tersadar sebenarnya siapa aku dimatamu. Aku, bukanlah apa-apa bagimu. Maka aku akan menarik segala harap yang kugantungkan padamu.

Gak tahu. Dan gak mau tahu. Mungkin itu adalah kata-kata yang keluar dari mulutku, sebagai salah satu upaya untuk lebih menegaskan bahwa kini ada batas antara kamu dan aku. Batas yang tak nyata namun terasa ada lalu meninggalkan sesak dalam dada. Batas yang membuat adanya kita menjadi semakin kusut masa. Batas yang memaksaku untuk berpura-pura tak lagi peduli denganmu, namun sebenarnya dalam hati aku sepenuhnya menghawatirkan keadaanmu.

Kuberikan kau jeda, Sayang. Agar kita bisa saling mendengar napas kita masing-masing. Agar kita menyadari akan kekurangan kita masing-masing, lalu memutuskan untuk saling melengkapi satu sama lain.

Kini kita berjalan di jalan kita masing-masing, Sayang. Aku berjalan di jalanku. Dan kamu berjalan di jalanmu. Semoga kita bertemu di ujung perjalanan ya, lalu menyatu menjadi satu jalan. Jalan yang menuju satu tujuan, yaitu kebahagiaan.

Namun jika kamu memilih belok ke arah yang lain, maka doaku akan selalu menyertaimu. Kudoakan semoga kau bertemu dengan teman seperjalanan yang lebih baik dari aku. Semoga kau bahagia dengan pilihanmu. Doakan aku agar hati ini kuat jika kemungkinan terburuk itu terjadi suatu hari nanti.

Friday, March 14, 2014

Menjauh. Sepeti itukah?

Sumber gambar: favim
Aku, merasa ada yang berbeda dengan adanya kita. Entahlah apa.
Sepertinya waktu, dengan tega menebas segala asa yang kita punya.
Aku, dan kamu. Kita berdua, sepertinya telah menyepakati satu hal, menjauh.
Aku, tak lagi tertarik untuk menceritakan hal-hal yang aku alami seharian penuh padamu.
Dan kamu, yang tak lagi melibatkan aku dalam urusanmu.

Wednesday, March 12, 2014

Bila Kata Kita Tak (lagi) Ada

Sumber gambar: Google
Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku telinga mana yang mam(p)u mendengarkan celoteh panjangku sebaik telingamu?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku pundak mana yang bisa kujadikan tempat bagiku untuk bersandar senyaman pundakmu?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku senyum milik siapa yang mam(p)u mengembalikan mood-ku dari marah menjadi rekah selain milikmu?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku dahi siapa kini yang kau kecup dengan mesra tiap bangun dan menjelang tidurmu?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku jari siapa kini yang kau genggam dengan hangat?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku jiwa milik siapa kini yang kau ajak terbang dan berputar-putar di awan mimpi?

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku bahwa hidupku tak pernah baik-baik saja. Hingga aku akan selalu berpulang menujumu, rumahku.

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka beritahu aku abu-abu selalu menyelimutimu. Hingga aku akan selalu menjadi matahari bagimu, pengusir abu-abu itu.

Bila kata kita tak (lagi) ada, aku (akan) menyadari bahwa segalanya tak akan bisa baik-baik saja seperti semula.

Bila kata kita tak (lagi) ada, maka aku akan berdoa kepada Sang Maha untuk (kembali) meng-ada-kan kita.