Friday, January 17, 2014

Kamu kembali padanya? Aku (mungkin) tak mengapa


Kembalilah padanya. Kembalilah! Aku (mungkin) tak mengapa. Kembalilah kamu kepada masa lalumu.. Biar aku yang mengurus lukaku sendiri. Kembalilah kamu kepada dia yang telah menyakitimu. Biar aku yang menyaksikan bagaimana kamu, kembali, berkali-kali disakiti olehnya. Dan aku akan menertawakanmu. Ya.. Tertawa sekeras-kerasnya. Sekencang-kencangnya.

Pergi sana. Pergi! Pergilah jika di hatimu masih ada dia. Aku tak mau didua. Semua orang tak mau didua. Pergi sana. Pergi! Jika kamu masih mengharapkannya kembali padamu. Padahal disini sudah ada aku yang siap untuk membahagiakanmu.

Aku berusaha sekuat yang ku mampu. Untuk membantumu berbahagia. Aku berusaha sekuat tenagaku. Untuk melihat hanya padaku. Aku berusaha sekuat kemampuanku. Untuk mengahadapi segala persoalan pelik dunia ini, mendampingimu. Maka.. Sudah tahukah kamu apa alasanku membantumu melupakannya? Ya, karena aku menaruh harap padamu. Ya, karena harapanku ingin mendampingimu. Menyimpan atau bahkan membuang jauh-jauh sosoknya. Tak pernah memedulikan apa yang dia lakukan. Hanya ada aku dan kamu. Yang saling membahagiakan satu sama lain. Yang sibuk mencintai satu sama lain. Yang selalu berbahagia dan berduka bersama-sama. Yang saling menguatkan. Yang saling mengingatkan. Yang saling menyemangati. Yang saling berbagi pengalaman. Yang sibuk berbahagia.

Jadi.. Lupakanlah dia. Bertahanlah sebentar lagi denganku. Semua ada ujungnya, katamu.

No comments:

Post a Comment