Monday, January 06, 2014

Happy Birthday :)



Sayang. Dan cinta. Satu kata. Berjuta makna. Membuat jutaan umat manusia saling mengasihi. Mendamaikan bumi. Menentramkan hati. Memaknai hari. Menegarkan diri.
Pengorbanan. Satu kata. Pun juga sangat bermakna. Bak buah simalakama. Jika dihargai, maka bahagia menanti. Namun jika diabai, datanglah jiwa yang mati.
Bagiku. Pengorbanan dan cinta pun juga sayang adalah keterkaitan. Mereka saling bergandengan. Tak bisa berjalan jika tanpa salah satunya. Saling melengkapi, pun juga saling menghancurkan jika ada yang tak terpenuhi. Dilakukan, bukan hanya oleh satu orang, namun harus saling berbalas. Saling bertepuk sehingga menimbulkan bunyi-bunyian ritmis yang indah.
Aku. Entah sudah beberapa bulan belakangan. Dibuat gila olehmu. Aku yang kadang tersenyum sendiri saat mengingatmu. Aku yang kadang tertawa renyah dengan segala leluconmu. Aku yang kadang tersipu malu saat kamu diam-diam mencuri pandang padaku.  Aku yang kadang kesal saat kamu terlalu sibuk dengan duniamu. Aku yang kadang dibuat cemburu dengan sikapmu terhadap teman wanitamu. Entah kamu sebut ini apa. Jatuh cinta kah. Entah apa, aku sendiri-pun tak bisa mendefinisikannya.
Hanya saja aku merasa nyaman saat berada disisimu. Hanya saja aku merasa bahagia saat bersamamu. Hanya saja aku merasa energiku kembali penuh setelah melihat senyummu. Hanya saja hatiku damai kembali setelah mendengar suara bass-mu. Hanya saja aku merasa teristimewakan dengan perhatian-perhatian kecilmu. Hanya saja aku rindu dengan kebawelanmu. Hanya saja aku suka caramu memandangku. Hanya saja aku suka caramu memperhatikan gerak-gerikku. Hanya saja aku suka caramu menyingkap kebekuan diantara hatiku dan hatimu. Hanya saja aku suka caramu membunuh waktu dan membuang jarak antaraku denganmu. Entahlah aku tak tahu apa yang sedang aku alami. Terserah kalian mau sebut ini apa. Terserah juga kamu mengartikan ini sebagai apa. Entah, terserah.
Sejak kapan ini terjadi. Kau selalu sama seperti hatiku. Walaupun hanya senyuman tipis darimu. Aku merasa sangat bersemangat. Oh, kau seperti permen kapas yang meleleh di hatiku. Kau seperti pelangi yang berkilau menuju hatiku. Dengan suara manismu.
Panggil saja aku tolol. Karena aku, dengan tanpa meronta, menuruti segala nasihatmu. Panggil saja aku penurut. Karena aku, dengan segenap hati, melaksanakan segala yang kamu sarankan. Panggil saja aku bodoh. Karena aku, dengan tanpa ragu, menggantungkan harapan yang terlalu tinggi kepadamu. Panggil saja aku konyol. Karena aku, dengan seyakin-yakinnya, bangun pagi-pagi sekali menuliskan cerita ini sambil mengingatmu, segalanya. Sambil membayangkan senyummu. Wajahmu. Leluconmu. Setiap detail tubuhmu. Semangatmu.
Panggil saja aku gila. Karena aku, dengan tanpa malu, mengabadikan video selamat ulang tahun untukmu, didepan orang-orang yang terasa asing bagiku. Dengan tatapan yang tak kalah asing, mereka melihat kelakuanku sambil berpikir, “waraskah diriku?” Hahaha. Jika aku mengingatnya, aku pasti akan tertawa tanpa jeda. Mungkin, jika harus melakukan hal bodoh itu lagi, aku tak akan mau. Malu.
Panggil saja aku penakut. Tak berani mengucapkan segala yang aku rasakan. Karena aku terlalu takut mengakuinya. Karena aku terlalu nyaman denganmu. Karena aku terlalu takut kehilanganmu. Karena aku terlalu takut kamu menjauhiku. Karena aku terlalu takut kehilanganmu. Karena aku terlalu takut.
Aku begitu takut kehilangan. Aku telah kehilangan sebelumnya. Aku tak bisa melihat jelas ke depan. Tak yakin pada apa yang menungguku besok. Aku ingin bersembunyi. Aku ingin menyamarkan diriku. Tapi aku yang hari ini sudah berbeda. Aku ingin mulai bernyanyi lagi. Aku memiliki hati yang berdebar ini untuk memberiku kekuatan.
Panggil saja aku pemimpi. Yang menginginkanmu selalu disisiku. Yang terlalu bermimpi bisa menyandingmu. Yang terlalu bermimpi bisa kau semangati setiap waktu. Yang terlalu bermimpi bisa mejadi yang istimewa di hatimu. Yang terlalu bermimpi bisa bersamamu, karena aku terlalu bermimpi

Selamat Ulang Tahun, Kamu, Malaikatku~

No comments:

Post a Comment