Tuesday, January 28, 2014

Januari



Januari tak pernah mau berdamai denganku. Terlebih rindu.
Rinduku, saat ini semakin menyesakkan.
Rinduku, kali ini menyiksa. Begitu menyiksa.
Rinduku meminta temu. Namun waktu tak mau tahu.
Rinduku kini menumpuk.
Hingga aku tak tahu harus kuapakan rinduku.
Kutanam rindu. Pada hatimu.
Kusiram rinduku.
Hingga baru tersadar, rinduku waktunya bertuai.
Meminta ujung yang tak lain adalah temu.
Memohon sebagian kecil dari waktu.
Agar rinduku berjodoh dengan temu.
Aku rindu kamu.
Semoga januari sedikit mengerti akan rinduku.
Atau, entah bukan januari.
Semoga februari, maret, april, mei, juni hingga januari lagi.
Mau berdamai denganku.
Menciptakan temu disela rinduku.

Saturday, January 25, 2014


sumber: zarryhendrik.tumblr.com

Berharap untuk (tetap) tinggal

Sumber gambar: tumblr
 
Salahkah aku memintamu untuk tinggal?
Karna aku (merasa) tak bisa hidup tanpamu
Salahkah aku memintamu untuk bertahan?
Karna aku (merasa) bagaimana pagiku tanpa senyummu
Salahkah aku memintamu untuk menemaniku?
Karna aku (merasa) tak mampu melangkah sendirian
Salahkah aku berharap kamu tetap tinggal?
Karna aku (merasa) nafasku sesak saat jauh darimu
Salahkah aku menanam rindu untukmu?
Karna bahumu adalah tempat ternyaman untuk tubuhku
Salahkah aku meminta Tuhan untuk mendekatkanku dan kamu?
Entah, salah atau benar
Mataku kabur jika sudah berhubungan denganmu
Seluruh tubuhku berkonspirasi untuk terus condong denganmu
Begitu pula hatiku
Entah hanya perasaanku atau memang nyata
Aku hanya memintamu untuk (tetap) tinggal
Ya, hanya (tetap) tinggal
Hanya itu
Bahagiaku akan terwujud

Friday, January 24, 2014

"Seperti jangka. Aku mengitarimu dengan doa dan rindu sebagai pusatnya"


-Rahne Putri

Wednesday, January 22, 2014

Menua bersamamu, adalah inginku


Tadi sore, di jalanan saat aku pulang aku melihat sepasang kekasih. Bergandengan tangan. Mesra. Berpelukan. Sambil berbisik-bisik. Kemudian tertawa. Entahlah apa yang sedang mereka bicarakan. Namun kelihatannya nampak seru. 
Sepasang kekasih dengan gandengannya yang tak sehalus dulu. Sewaktu kulitnya masih kencang dan mulus. Namun gandengan itu amatlah nyaman.
Sepasang kekasih dengan pelukan tak seerat dulu. Sewaktu tenaganya masih penuh dan menggebu. Namun pelukan itu menenangkan.
Sepasang kekasih dengan kemesraan tak semanis dulu. Sewaktu asmaranya masih berkobar dan semangat bercintanya masih membara. Namun kemesraan itu terasa hangat.
Sepasang kekasih dengan rambut yang sudah beruban. Sepasang kekasih dengan wajah dan kulit yang telah kisut. Sepasang kekasih dengan nafas sedikit sesak. Sepasang kekasih dengan tenaga yang sudah tinggal sisa. Sepasang kekasih dengan badan sudah tak berbentuk gitar spanyol atau biola kanada.
Namun begitu, mereka, sepasang kekasih itu, saling menguatkan. Saling memberi kehangatan. Saling menyalurkan kebahagiaan. Saling menebarkan cinta. Saling menyediakan kenyamanan.
Aku amati lamat-lamat. Indah. Pemandangan sederhana namun penuh cinta. Membuat hatiku terhibur. Kemudian terbersit sebuah pertanyaan, “Akankah aku bisa seperti mereka?”
Walaupun kulit mereka kisut dimakan usia. Walaupun rambut mereka telah memutih mengiring dekade. Walaupun nafas mereka hampir habis untuk bernapas selama lebih dari tiga perempat abad. Walaupun badannya telah ringkih menahan beban hidup penuh kepalsuan ini.
Aku.. entah, apakah ini harapan yang terlalu muluk atau apalah itu, ingin sekali seperti mereka, sepasang kekasih itu. Mendampingimu. Menua bersamamu. Membiarkan rambutku memutih bersamamu. Sibuk menghujanimu dengan cinta hingga tak sadar kulitku, dan kulitmu mulai kisut. Sibuk memberikanmu kebahagiaan hingga tak sadar badanku sendiri mulai meringkih dimakan usia. Berlarian kesana-kemari untuk merawatmu dan anak-anak kita hingga sejenak kusadari nafasku mulai ngos-ngosan dan mudah sesak.
Tak apa. Aku suka. Aku bahagia. Kehadiranmu, dan malaikat-malaikat kecil kita telah memberikanku surga kecil di dunia. Meski pak presiden ingin menggadaikanmu dan malaikat kecil kita dengan seisi duniapun aku tak rela menukarnya.
Aku ingin, atau malah berharap, bahkan dalam hati aku meng-amin-kan doaku sendiri, kita bisa menua bersama. Beruban bersama. Keriput bersama. Merawat malaikat-malaikat kecil kita bersama. Membuat surga kecil di dunia ini bersama. Tertawa bersama.
Aku ingin, atau malah berharap, bahkan dalam hati aku meng-amin-kan doaku sendiri, akulah yang akan merentangkan selimut saat kamu tertidur pulas diatas kursi goyang. Aku berharap, akulah yang membuatkanmu sarapan dan kopi serta koran diatas meja makan. Aku berharap, akulah yang ada disamping ranjangmu. Aku ingin, akulah yang kau temui saat pagi-pagi kamu membuka matamu. Aku ingin, akulah yang menyiapkan bekal untukmu dan malaikat malaikat kecil kita.
Aku berharap, jari yang kau sematkan cincin di depan wali hakim pernikahan adalah tanganku. Aku berharap, tubuh yang kau peluk setiap hari adalah tubuhku. Aku berharap, tangan yang kau genggam itu adalah tanganku. Dan aku berharap orang yang akan mengisi hatimu itu adalah aku. 
Menua bersamamu, adalah inginku.
Aku ingin, atau malah berharap, bahkan dalam hati aku meng-amin-kan doaku sendiri.

Friday, January 17, 2014

Kamu kembali padanya? Aku (mungkin) tak mengapa


Kembalilah padanya. Kembalilah! Aku (mungkin) tak mengapa. Kembalilah kamu kepada masa lalumu.. Biar aku yang mengurus lukaku sendiri. Kembalilah kamu kepada dia yang telah menyakitimu. Biar aku yang menyaksikan bagaimana kamu, kembali, berkali-kali disakiti olehnya. Dan aku akan menertawakanmu. Ya.. Tertawa sekeras-kerasnya. Sekencang-kencangnya.

Pergi sana. Pergi! Pergilah jika di hatimu masih ada dia. Aku tak mau didua. Semua orang tak mau didua. Pergi sana. Pergi! Jika kamu masih mengharapkannya kembali padamu. Padahal disini sudah ada aku yang siap untuk membahagiakanmu.

Aku berusaha sekuat yang ku mampu. Untuk membantumu berbahagia. Aku berusaha sekuat tenagaku. Untuk melihat hanya padaku. Aku berusaha sekuat kemampuanku. Untuk mengahadapi segala persoalan pelik dunia ini, mendampingimu. Maka.. Sudah tahukah kamu apa alasanku membantumu melupakannya? Ya, karena aku menaruh harap padamu. Ya, karena harapanku ingin mendampingimu. Menyimpan atau bahkan membuang jauh-jauh sosoknya. Tak pernah memedulikan apa yang dia lakukan. Hanya ada aku dan kamu. Yang saling membahagiakan satu sama lain. Yang sibuk mencintai satu sama lain. Yang selalu berbahagia dan berduka bersama-sama. Yang saling menguatkan. Yang saling mengingatkan. Yang saling menyemangati. Yang saling berbagi pengalaman. Yang sibuk berbahagia.

Jadi.. Lupakanlah dia. Bertahanlah sebentar lagi denganku. Semua ada ujungnya, katamu.

Monday, January 13, 2014

Knife

You  touched  my  life
With  your  softness  in  the  night
My  wish  was  your  command
Until  you  ran  out  of  love
I  tell  myself  im  free
Got  the  chance  of  livin  just  for  me
No  need  to  hurry  home

Now  that  youre  gone
Knife
Cuts  like  a  Knife
How  will  i  ever  heal?
Im  so  deeply  wounded

Knife
Cuts  like  a  Knife
You  cut  away  the  heart  of  my  life
When  i  pretend
Wear  a  smile  to  fool  my  dearest  friends

I  wonder  if  they  know
Its  just  a  show
Im  on  a  stage
Day  and  night  i  go  through  my  charades
But  how  can  i  disguise
Whats  in  my  eyes?

Knife
Cuts  like  a  Knife
How  will  i  ever  heal?
Im  so  deeply  wounded

Knife
Cuts  like  a  Knife
You  cut  away  the  heart  of  my  life

Oh
Oh

Oh
Oh
Oh
Oh

Oh
Oh
Oh
Oh

Oh

Ive  tried  and  tried
Blocking  out  the  pain  i  feel  inside
The  pain  of  wanting  you
Wanting  you

Knife
Cuts  like  a  Knife
How  will  i  ever  heal?
Im  so  deeply  wounded

Knife
Cuts  like  a  Knife
How  will  i  ever  heal?
Im  so  deeply  wounded
You  cut  away  the  heart
**
Ini bukan lagu pernikahan. Hehe. Ini adalah lagu menyedihkan yang pernah ada. Tragis. Ceritanya ini ditinggalkan pasangan yang sangat dia cintai. Padahal dia telah mewarnai hidupnya. Sudah menghangatkan malamnya. Sudah memberikan kenyamanan pula.
Tapi ternyata pasangannya pergi meninggalkannya sendiri. Sehingga dia harus memberikan senyuman palsu ke hadapan teman-temannya padahal sebenarnya hatinya sangat sakit. Nah dia mengibaratkan kepergian kekasihnya sebagai pisau. Seperti pisau yang menyayat iris tipis hati. Dan luka itu, dalam. Sangat dalam. Sampai dia sendiri tak yakin bisa sembuh karena luka itu.
Duuuuh... Nyentuh banget kaaaan :') Yaudah silahkan didownload sendiri lagunya, ini sudah aku kasih liriknya. Selamat menghayati. Selamat menangis di pojokan kamar malam-malam. :)))

Everyday I Love You

I don't know, but I believe
That some things are meant to be
And that you'll make a better me
Everyday I love you

I never thought that dreams came true
But you showed me that they do
You know that I learn something new
Everyday I love you

'Cause I believe that destiny
Is out of our control
(Don't you know that I do)
And you'll never live until you love
With all your heart and soul

It's a touch when I feel bad
It's a smile when I get mad
All the little things I am
Everyday I love you

Everyday I love you more
Everyday I love you

'Cause I believe that destiny
Is out of our control
(Don't you know that I do)
And you'll never live until you love
With all your heart and soul

If I asked would you say yes?
Together we're the very best
I know that I am truly blessed
Everyday I love you
And I'll give you my best
Everyday I love you
**
Ini juga lagu pernikahaaaaan. Coba hayati liriknya. Nyentuh banget kan?? Duuuh.. Boyzone nyanyiinnya perfect banget. Kalem tapi dapet dan langsung ngena ke hati. Coba didengerin lagunya sambil karaokean dengan lirik diatas. Selamat melambung tinggi dengan lagu ini. :)

I Want To Spend My Lifetime Loving You

Moon so bright night so fine
Keep your heart here with mine
Life's a dream we are dreaming

Race the moon catch the wind
Ride the night to the end
Seize the day stand up for the light

I want to spend my lifetime loving you
If that is all in life I ever do

Heroes rise heroes fall
Rise again, win it all
In your heart, can't you feel the glory

Through our joy, through our pain
We can move worlds again
Take my hand, dance with me
I want to spend my lifetime loving you
If that is all in life I ever do
I will want nothing else to see me through
If I can spend my lifetime loving you

Though we know we will never come again
Where there is love, life begins
Over and over again

Save the night, save the day
Save the love, come what may
Love is worth everything we pay

I want to spend my lifetime loving you
If that is all in life I ever do
I want to spend my lifetime loving you
If that is all in life I ever do
I will want nothing else to see me through
If I can spend my lifetime loving you
**
Ini juga lagu pernikahan. Ya walaupun ini lagu oldish gitudeh, but its sweet. Masih bisa dan cocok didengar sama telinga-telinga segala umur. Dengan iringan bunyi lonceng, mengiringi pengantin wanita saat berjalan menuju altar pernikahan. Dengerin lagunya pasti kalian trenyuh. Dapet banget nyampein lagunya. Tapi lagunya download sendiri ya hehe. Ini aku kasih liriknya saja biar bisa karaokean disini. Selamat menghayati. :)

Only Time

Who can say where the road goes
Where the day flows, only time
And who can say if your love grows
As your heart chose, only time

Who can say why your heart sighs
As your love flies, only time
And who can say why your heart cries
When your love lies, only time

Who can say when the roads meet
That love might be in your heart
And who can say when the day sleeps
If the night keeps all your heart
Night keeps all your heart

Who can say if your love grows
As your heart choose
Only time
And who can say where the road goes
Where the day flows, only time

Who knows? Only time
Who knows? Only time
 **
Putar lagu only time-nya Enya sambil membaca postingan ini. Pasti dapet sampek hati.
Lagu ini biasanya diputar pas mempelai wanita berjalan menuju altar untuk melangsungkan pernikahan. Dengerin deh. Sweet banget. Bikin merinding. Dan bikin cepet-cepet pengen nikah. Hahahaha.
Selamat meresapi :)

Friday, January 10, 2014

A Whole New World

I can show you the world
Shining, shimmering, splendid
Tell me, princess, now when did
You last let your heart decide?

I can open your eyes
Take you wonder by wonder
Over, sideways and under
On a magic carpet ride

A whole new world
A new fantastic point of view
No one to tell us no or where to go
Or say we're only dreaming

A whole new world
A dazzling place I never knew
But when I'm way up here, it's crystal clear
That now I'm in a whole new world with you
Now I'm in a whole new world with you

Unbelievable sights
Indescribable feeling
Soaring, tumbling, freewheeling
Through an endless diamond sky

A whole new world
Don't you dare close your eyes
A hundred thousand things to see
(Hold your breath, it gets better)

I'm like a shooting star
I've come so far
I can't go back
To where I used to be

A whole new world
Every turn a surprise
With new horizons to pursue
Every moment red-letter

I'll chase them anywhere
There's time to spare
Let me share this whole new world with you

A whole new world
That's where we'll be
A thrilling chase
A wondrous place
For you and me

Tuesday, January 07, 2014

Pergilah~

 Pergilah….. jika pergi itu adalah inginmu
Aku tak akan pernah mengusikmu
 
Pergilah…… jika pergi adalah kehendakmu
Aku tiada akan pernah mengganggumu
 
Pergilah…… jika pergi adalah bahagiamu
Aku tiada punya daya untuk menahanmu
 
Pergilah….. jika pergi adalah pilihanmu
Aku akan berusaha menerima keputusanmu
 
Namun…. Ingatlah
Akan ada aku disini
Yang akan selalu setia menunggu kepulanganmu
Akan ada aku disini
Yang tiada pernah bosan mendoakanmu
Akan ada aku disini
Yang berusaha menjadi rumah bagimu
Akan ada aku disini
Tempatmu berpulang menuju hatiku
Akan ada aku disini
Yang dengan sabar membunuh waktu sambil menunggumu
Akan ada aku disini
Yang akan selalu memelukmu
Akan ada aku disini
Di tempat terhangat
Di pelukku
Di bahuku
Di pangkuanku
Akan ada
Disini
Untukmu

Monday, January 06, 2014

Happy Birthday :)



Sayang. Dan cinta. Satu kata. Berjuta makna. Membuat jutaan umat manusia saling mengasihi. Mendamaikan bumi. Menentramkan hati. Memaknai hari. Menegarkan diri.
Pengorbanan. Satu kata. Pun juga sangat bermakna. Bak buah simalakama. Jika dihargai, maka bahagia menanti. Namun jika diabai, datanglah jiwa yang mati.
Bagiku. Pengorbanan dan cinta pun juga sayang adalah keterkaitan. Mereka saling bergandengan. Tak bisa berjalan jika tanpa salah satunya. Saling melengkapi, pun juga saling menghancurkan jika ada yang tak terpenuhi. Dilakukan, bukan hanya oleh satu orang, namun harus saling berbalas. Saling bertepuk sehingga menimbulkan bunyi-bunyian ritmis yang indah.
Aku. Entah sudah beberapa bulan belakangan. Dibuat gila olehmu. Aku yang kadang tersenyum sendiri saat mengingatmu. Aku yang kadang tertawa renyah dengan segala leluconmu. Aku yang kadang tersipu malu saat kamu diam-diam mencuri pandang padaku.  Aku yang kadang kesal saat kamu terlalu sibuk dengan duniamu. Aku yang kadang dibuat cemburu dengan sikapmu terhadap teman wanitamu. Entah kamu sebut ini apa. Jatuh cinta kah. Entah apa, aku sendiri-pun tak bisa mendefinisikannya.
Hanya saja aku merasa nyaman saat berada disisimu. Hanya saja aku merasa bahagia saat bersamamu. Hanya saja aku merasa energiku kembali penuh setelah melihat senyummu. Hanya saja hatiku damai kembali setelah mendengar suara bass-mu. Hanya saja aku merasa teristimewakan dengan perhatian-perhatian kecilmu. Hanya saja aku rindu dengan kebawelanmu. Hanya saja aku suka caramu memandangku. Hanya saja aku suka caramu memperhatikan gerak-gerikku. Hanya saja aku suka caramu menyingkap kebekuan diantara hatiku dan hatimu. Hanya saja aku suka caramu membunuh waktu dan membuang jarak antaraku denganmu. Entahlah aku tak tahu apa yang sedang aku alami. Terserah kalian mau sebut ini apa. Terserah juga kamu mengartikan ini sebagai apa. Entah, terserah.
Sejak kapan ini terjadi. Kau selalu sama seperti hatiku. Walaupun hanya senyuman tipis darimu. Aku merasa sangat bersemangat. Oh, kau seperti permen kapas yang meleleh di hatiku. Kau seperti pelangi yang berkilau menuju hatiku. Dengan suara manismu.
Panggil saja aku tolol. Karena aku, dengan tanpa meronta, menuruti segala nasihatmu. Panggil saja aku penurut. Karena aku, dengan segenap hati, melaksanakan segala yang kamu sarankan. Panggil saja aku bodoh. Karena aku, dengan tanpa ragu, menggantungkan harapan yang terlalu tinggi kepadamu. Panggil saja aku konyol. Karena aku, dengan seyakin-yakinnya, bangun pagi-pagi sekali menuliskan cerita ini sambil mengingatmu, segalanya. Sambil membayangkan senyummu. Wajahmu. Leluconmu. Setiap detail tubuhmu. Semangatmu.
Panggil saja aku gila. Karena aku, dengan tanpa malu, mengabadikan video selamat ulang tahun untukmu, didepan orang-orang yang terasa asing bagiku. Dengan tatapan yang tak kalah asing, mereka melihat kelakuanku sambil berpikir, “waraskah diriku?” Hahaha. Jika aku mengingatnya, aku pasti akan tertawa tanpa jeda. Mungkin, jika harus melakukan hal bodoh itu lagi, aku tak akan mau. Malu.
Panggil saja aku penakut. Tak berani mengucapkan segala yang aku rasakan. Karena aku terlalu takut mengakuinya. Karena aku terlalu nyaman denganmu. Karena aku terlalu takut kehilanganmu. Karena aku terlalu takut kamu menjauhiku. Karena aku terlalu takut kehilanganmu. Karena aku terlalu takut.
Aku begitu takut kehilangan. Aku telah kehilangan sebelumnya. Aku tak bisa melihat jelas ke depan. Tak yakin pada apa yang menungguku besok. Aku ingin bersembunyi. Aku ingin menyamarkan diriku. Tapi aku yang hari ini sudah berbeda. Aku ingin mulai bernyanyi lagi. Aku memiliki hati yang berdebar ini untuk memberiku kekuatan.
Panggil saja aku pemimpi. Yang menginginkanmu selalu disisiku. Yang terlalu bermimpi bisa menyandingmu. Yang terlalu bermimpi bisa kau semangati setiap waktu. Yang terlalu bermimpi bisa mejadi yang istimewa di hatimu. Yang terlalu bermimpi bisa bersamamu, karena aku terlalu bermimpi

Selamat Ulang Tahun, Kamu, Malaikatku~