![]() |
| sumber gambar: google |
Kita bertengkar lagi. Bukan pertengkaran
seperti biasanya. Seperti saat aku menyetrika bajumu dan berakhir dengan gosong
dan bolong. Bukan pula pertengkaran saat kamu malas membantu bersih-bersih
rumah atau mangkir menyiram bunga di kebun.
Kali ini pertengkaran terjadi
sangat hebat. Pertengkaran yang membela dan menina-bobokan ego kita
masing-masing. Pertengkaran yang akhirnya berujung pada sikap diammu. Diam akan
pertanyaan-pertanyaan yang kuajukan berkali-kali di depan matamu. Diam akan
segala sikap yang kulakukan. Diam akan tatapan penuh tanya. Diam.


